“Harta Surgawi Tidak Dapat Binasa” : Renungan, Senin 28 Februari 2022

0
1583

Hari Biasa

BcE 1Ptr 1:3-9; Mzm 111:1-2.5-6.9.10c; Mrk 10:17-27.

Bacaan hari ini memberikan inspirasi bagi kita bahwa kekayaan bukanlah segala-galanya. Yang terpenting dalam hidup kita adalah mencari kebenaran Tuhan dan menjadi murid-Nya secara total. Dalam bacaan pertama kita diajarkan bagaimana menjadi anak-anak Allah yang bukan mencari suatu yang dapat binasa melainkan mencari suatu bagian yang tidak dapat binasa, tidak dapat layu, tidak dapat cemar ; mencari sesuatu yang dapat abadi di surga.

Kekayaan di dunia adalah sesuatu yang dapat binasa, dan ingatlah bahwa hidup di dunia tidak abadi, dunia menjadi tempat di mana manusia mencari kebenaran Allah dan tempat manusia diuji agar menjadi murni. Lalu apa yang kita butuhkan untuk mencari kebenaran Allah itu? Yang kita butuhkan adalah iman, harapan akan penyertaan Tuhan, dan saling memberikan kasih kepada sesama manusia sebagai gambaran Allah yang penuh belas kasih.

Bacaan Injil mengisahkan bagaimana sukarnya orang kaya masuk dalam Kerajaan Surga. Yang dimaksud orang kaya sukar masuk dalam Kerajaan Surga adalah orang yang mendewakan uang, yang menganggap uang atau kekayaan adalah segala-galanya dalam hidupnya. Oleh sebab itu, Yesus sangat mengecam tindakan orang yang mendewakan uang dan menjadikan uang di atas segala-galanya. Yesus tidak menginginkan manusia terikat pada kekayaan duniawi, sebab kekayaan duniawi dapat binasa. Yesus mau agar kita mencari sesuatu yang abadi di surga dengan cara berbuat kasih, saling menolong sesama manusia yang membutuhkan, dan beriman kepada Yesus. Demikian kita menjadi murid Yesus secara total.

Yesus sebenarnya tidak melarang siapapun menjadi kaya, sebab Tuhan memberikan talenta kepada masing-masing orang untuk dikembangkan. Yang Yesus mau ialah bagaimana membagikan kesuksesan dari talenta yang kita miliki kepada orang-orang kecil yang membutuhkan yang sementara berjuang. Dan tidak menganggap hal yang kita dapat adalah segala-galanya. Orang miskin pun bisa saja sukar masuk dalam Kerajaan Surga apabila hidupnya bermalas-malasan dan tidak mau berjuang.

Yang menjadi inti adalah bagaimana kita berusaha menjadi murid Yesus secara total dan berani meninggalkan segala-galanya demi Kerajaan Surga yang abadi. Mungkin bagi kita hal itu mustahil, namun tidak bagi Allah. Yang terpenting adalah beriman dan berani.

(Fr. Juliano Demastu Rifaldy Watu)

Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu mungkin bagi Allah” (Mrk. 10:27).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, semoga aku menjadi murid-Mu secara utuh. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini