“Rendah Hati Pangkal Keselamatan”: Renungan, Sabtu 8 Januari 2022

0
1704

Hari Biasa ses PenampTuh (P)

1Yoh. 5:14-21; Mzm. 149:1-2,3,4,5,6a,9b; Yoh. 3:22-30.

Suatu ketika ada seorang laki-laki bernama Weldy, yang mempunyai prestasi gemilang di sekolahnya. Ia sering kali mendapat juara ketika mengikuti lomba-lomba dalam bidang pengetahuan. Kesuksesan serta keberhasilan yang ia raih itu bukan hasil dari kekuatannya, melainkan berasal dari Tuhan tuturnya. Sebelum belajar, ia selalu berdoa dan meminta kekuatan kepada Tuhan agar dilancarkan dalam setiap kegiatannya bahkan setelah juara pun ia tetap dengan teguh berdoa kepada Tuhan. Karena kerendahan hatinya kepada Tuhan maka ia bisa memperoleh keberhasilan dan kesuksesan.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, bacaan pertama menceritakan tentang kuasa doa. Doa dikatakan dapat dikabulkan oleh Tuhan jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya (1Yoh. 5:14). Cerita di atas menggambarkan bahwa Weldy dapat mencapai kesuksesan dan keberhasilan dalam studinya dikarenakan adanya doa yang selalu dipanjatkan ketika akan menghadapi lomba-lomba bahkan ketika lomba-lomba itu telah usai.

Dalam bacaan Injil kita mendengar adanya perselisihan murid-murid Yohanes dengan orang Yahudi tentang api penyucian. Kemudian mereka pergi juga kepada Yohanes dan bertanya tentang Yesus, yang terkenal karena banyak orang datang kepada-Nya. Hal ini hendak mengatakan bahwasannya murid-murid Yohanes cemburu atau iri dengan kepopuleran Yesus serta murid-murid-Nya. Murid-murid Yohanes menganggap Yohanes sebagai yang paling besar dan paling benar. Akan tetapi, respon dari Yohanes mendengar kata-kata muridnya tidak terduga saat ia berkata, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh. 3:30).

Kata-kata Yohanes tersebut menjelaskan kerendahan hati dari seorang yang besar. Yohanes merendahkan hati di hadapan Tuhan Yesus. Ia tidak merasa lebih hebat atau bahkan lebih besar daripada Tuhan Yesus. Kita tahu bahwa Yohanes merupakan seorang yang hebat dalam pelayanannya menyebarkan kedatangan kerajaan Allah. Yesus pun dibaptis oleh Yohanes. Akan tetapi, berbagai macam prestasi yang didapatinya tidak pernah sekalipun dipamerkan tetapi sebaliknya ia tetaplah rendah hati.

Yohanes Pembaptis mengajarkan kita semua bahwa segala sesuatu yang kita raih di dunia ini bukanlah semata-mata hasil kerja keras kita sendiri, tetapi ada Tuhan yang bekerja di dalamnya. Maka dari itu kita haruslah tetap rendah hati dan selalu berdoa kepada Tuhan agar dapat memperoleh keselamatan.

(Fr. Mario R.B. Ngantung)

Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh. 3:30).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikan hamba-Mu ini tetap rendah hati dalam setiap perjalanan kehidupan ini. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini