“Mengasihi Allah dan Manusia”: Renungan, Kamis 6 Januari 2022

0
1861

Hari Biasa ses PenampTuh (P).

1Yoh. 4:19 – 5:4; Mzm. 72:2,14,15bc,17; Luk. 4:14-22a.

Hal mengasihi merupakan salah satu pokok penting dalam setiap ajaran Kristiani. Kasih menjadi bagian dari tiga sumber penting, selain dari pada iman dan harapan. Banyak orang sering kali kesulitan untuk mewujudkan kasih bagi dirinya, kasih akan Allah, dan kasih kepada sesama manusia.

Pada hari ini, kita diajak melalui bacaan-bacaan Kitab Suci untuk melihat bagaimana kita seharusnya memelihara kasih sejati dalam diri kita, sehingga kita dapat belajar untuk mengasihi Allah dan sesama secara total. Dalam bacaan Injil, kita dapat melihat suatu kisah tentang Yesus yang kembali ke tempat asal-Nya, Nazaret. Di sana, Yesus mendapatkan suatu penolakan karena dianggap rendah oleh orang-orang yang sekampung dengan-Nya. “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”. Pertanyaan ini memberikan gambaran bahwa orang-orang di situ tidak memiliki suatu sikap hormat terhadap sesamanya. Mereka tidak mau mengakui kemampuan Yesus, karena adanya perasaan iri dalam diri mereka. “Bagaimana mungkin Dia yang hanya orang kampung seperti kita dapat mengajar dengan baik dan berkata-kata dengan indah”, begitulah kiranya yang ada dalam benak mereka.

Untuk menjadi seorang individu yang berkualitas, kita perlu untuk mengasah kepribadian kita menjadi baik. Sikap iri, angkuh, kemarahan, dan lain sebagainya, merupakan hal-hal yang harus kita hindari. Untuk itu, kita memerlukan kasih dalam hidup kita, agar dapat dituntun dalam membentuk kepribadian yang baik. Dalam bacaan pertama, Yohanes mengajarkan kepada kita bahwa kita harus mengasihi Allah secara total. Ini berarti bahwa kita harus taat dan hidup menurut perintah-perintahNya. Yesus yang adalah utusan, Putera tunggal Allah, dan juga merupakan Allah sendiri, memberikan kepada kita suatu hukum cinta kasih. Di sini, kita diharuskan untuk senantiasa mengasihi sesama kita manusia tanpa memandang bulu.

Jikalau kita mengasihi sesama manusia, maka secara langsung kita juga dapat mengasihi Allah, karena Allah hadir dan mewujudkan diri-Nya dalam setiap manusia. Hal sederhana yang dapat kita lakukan dalam hidup sehari-hari ialah menolong setiap orang yang kita jumpai, yang membutuhkan pertolongan. Dalam lingkup yang lebih kecil, kita dapat membantu orang-orang di sekitar kita, misalnya teman dan keluarga. Namun, perlu ditekankan di sini bahwa tidak akan ada gunanya jika kita membantu orang lain dengan keterpaksaan. Bantulah orang dengan rendah hati dan dengan ketulusan hati. Itulah yang benar dan berkenan di mata Tuhan.

(Fr. Dean Rengkung)

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin…” (Luk. 4:18).

Marilah berdoa:

Tuhan, semoga saya dapat hidup dalam kasih akan Dikau dan sesama. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini