“Ketaatan Mendatangkan Kebahagiaan dari Allah”: Renungan, Senin 10 Januari 2021

0
1654

Hari Biasa (H)

1Sam. 1:1-8; Mzm. 116:12-13,14,17,18-19; Mrk. 1:14-20.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan tentang nilai ketaatan. Ketaatan memang hal yang baik, tetapi ketaatan itu terkadang banyak diabaikan. Ada sebagian orang yang dengan setia menjalankan ketaatan tetapi ada orang-orang tertentu, selalu mencari alasan untuk menjatuhkan orang lain. Sikap keegoisan itu dapat digambarkan dalam kitab pertama Samuel. Ada seorang laki-laki namanya Elkana mempunyai dua istri. Seorang bernama Hana dan yang lain Penina. Dalam kisah ini Penina mempunyai anak tetapi Hana tidak karena Tuhan menutup kandungannya. Hana selalu pergi di Silo untuk mempersembahkan kurban kepada Tuhan.  Penina selalu menyakiti hati Hana sehingga ia menangis dan bahkan tidak mau makan. Melihat hal itu maka Elkana berkata kepadanya, “Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?”

Dalam bacaan Injil Yesus berkata, “Waktunya telah genap kerajaan Allah sudah dekat”. Sebuah ungkapan dari Yesus ketika tampil di Galilea sesudah Yohanes ditangkap.  Dan Yesus mengajak untuk bertobat dan percaya kepada Injil. Seruan ini juga telah diungkapkan oleh Yohanes Pembaptis saat mempersiapkan jalan bagi Tuhan yang ditandai dengan pembaptisan sebagai tanda pertobatan untuk menyambut Yesus karena setiap orang yang mau menerima Dia haruslah bertobat karena yang datang adalah yang kudus dari Allah.

Di samping pewartaan ini, Yesus mengawali pengajaran-Nya dengan memanggil murid-murid yang pertama yakni Simon yang disebut Petrus yang sedang menebarkan jala di danau, sebab itulah pekerjaan mereka. Dan saat itu Yesus berkata, “Mari, ikutilah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia!”. Setelah meneruskan perjalanan-Nya Ia menemukan Yokobus yang sedang bersama ayahnya Zabedeus dan Yohanes saudaranya yang membersihkan jalan dalam perahu. Ia juga memanggil mereka dan mereka kemudian mengikuti-Nya.

Para murid pertama ini telah menunjukkan ketaatan mereka kepada Yesus, kendati mereka belum mengenal siapa itu Yesus. Ada sebuah harapan dan kuasa yang ada dalam diri Yesus yang membuat mereka meninggalkan segala-galanya kemudian mengikuti Yesus. Tanpa berpikir apa pun yang akan terjadi. Sebuah totalitas diri untuk mengikuti Yesus. Kita pun diminta oleh Yesus agar menjadi anak-anak yang taat kepada Dia. Kita meninggalkan segala yang dimiliki dan memusatkan hidup kita kepada Tuhan Yesus yang adalah jaminan hidup kita.

(Fr. Simon Materay)

“Mari, ikutilah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mrk. 1:17).

Marilah bedoa:

Ya Tuhan, ajarkanlah aku supaya menjadi orang yang selalu taat kepada firman-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini