Pw St. Timotius dan Titus, Usk (P).
2Tim. 1:1-8 atau Tit. 1:1-5; Mzm. 96:1-2a.2b-3.7-8a.10; Luk. 10:1-9.
Hari ini Gereja Katolik merayakan peringatan wajib St. Timotius dan Titus. Bacaan-bacaan hari ini menceritakan bagaimana perutusan dalam karya pelayanan di tengah-tengah dunia. Panggilan untuk melayani selalu terjadi dalam kehidupan kita. Seruan untuk melayani tidak ditujukan bagi kaum berjubah saja yakni Paus, para Uskup, para imam maupun biarawan-biarawati, namun juga bagi kita seluruh umat Allah.
Kehidupan manusia tidak terlepas dari karya pelayanan. Karya pelayanan tidak hanya membatasi diri untuk kaum berjubah yang melayani umat dalam lingkup Gereja tetapi juga untuk seluruh umat Allah.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengutus para murid berdua-dua untuk berjalan menuju ke kota-kota mewartakan Kerajaan Allah. Digambarkan perutusan para murid bagaikan domba yang diutus ke tengah-tengah serigala. Dalam perutusan itu, Yesus melarang para murid untuk membawa pundi-pundi atau kasut tetapi juga beberapa syarat yang harus para murid lakukan, seperti jangan memberi salam kepada siapa-pun selama berada dalam perjalanan. Tetapi juga bagaimana dalam pelayanan itu para murid diajak untuk menyampaikan salam ke dalam rumah setiap rumah yang mereka masuki. Yesus mengatakan kepada mereka tinggal dan makan dalam rumah itu apa yang diberikan tuan rumah kepada mereka.
Bacaan Injil hari ini hendak menggambarkan kepada kita bahwa dalam menjalankan karya pelayanan dalam kehidupan bersama tentu tidaklah mudah. Namun, yang ditekankan ialah bagaimana kita melayani dengan hati yang tulus kepada sesama kita. Seperti sebagai orang tua ia menjalankan fungsinya dengan baik dalam membina dan membimbing keluarganya dengan baik, maka di situlah ia telah menjalankan karya perutusan dan pelayanan di tengah-tengah dunia. Demikian juga bagi anak-anak, para guru, dokter, petani, dll.
Jika setiap orang menjalankan fungsinya dengan baik maka ia mengambil bagian dalam karya pelayanan di tengah-tengah dunia. Melayani dengan sungguh-sungguh seperti yang disampaikan oleh Rasul Paulus dalam suratnya yang kedua kepada Timotius bahwa jangan malu-malu bersaksi tentang Tuhan melainkan ikut menderita bagi Injil karena kekuatan Allah. Karena jika kita melayani dengan sungguh-sungguh tanpa malu, maka di situ Kerajaan Allah sudah dekat pada kita. Kita dipenuhi dengan kasih dan damai sejahtera. Sama seperti St. Timotius dan Titus yang diliputi oleh kasih dan rahmat Allah.
(Fr. Yohanes Ongen Lury)
« Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala » (Luk. 10:3).
Marilah berdoa:
Tuhan, mampukanlah kami untuk melayani sesama dengan sungguh-sungguh. Amin.











