Hari Biasa (H)
2Sam. 12:1-7a,10-17; Mzm. 51:12-13,14-15,16-17; Mrk. 4:35-41.
Pada dasarnya, setiap orang pasti pernah mengalami atau bahkan berada dalam situasi tertentu yang membuatnya menjadi takut. Pengalaman rasa takut bisa saja membuat kita menjadi tidak berdaya, putus asa dan hilang harapan untuk melakukan sesuatu. Kita pasti tahu bahwa ketakutan bisa saja menjadi momok menakutkan yang dapat menghancurkan mentalitas hidup kita. Maka dari itu, kita harus berusaha untuk dapat melawan rasa takut kita dengan semangat keteguhan hati kita sendiri.
Dalam bacaan injil, Yesus secara terang-terangan menanyakan kepada para murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”. Kita bisa melihat bahwa dua pertanyaan yang dilontarkan Yesus kepada para murid-Nya itu sesungguhnya menyiratkan suatu makna yang amat mendalam. Secara tidak langsung, melalui pertanyaan tersebut, tampak dua hal yang hendak disampaikan Yesus kepada para murid-Nya.
Pertama, melalui pertanyaan tersebut, para murid seakan-akan diberi suatu tamparan keras oleh Yesus sendiri dengan tujuan untuk dapat menyadarkan sekaligus juga mempertanyakan keberadaan mereka bersama Yesus. Masakan selama ini para murid telah mengalami suka-duka hidup bersama Yesus, telah mengenal seperti Yesus yang mana bisa buat mukjizat dan banyak hal lainnya. Namun mengapa mereka masih saja merasa takut? Hal itu mengandaikan bahwa para murid belum sepenuhnya menaruh percaya pada kuasa-kuasa Yesus sendiri. Kedua, melalui pertanyaan yang Yesus lontarkan itu juga nampak suatu kekecewaan besar Yesus kepada para murid-Nya sendiri.
Kita sebagai umat beriman pasti pernah mengalami atau pernah berada pada situasi yang sama seperti yang dialami oleh para murid sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pernah berhadapan dengan badai dan gejolak hidup yang membuat kita merasa takut dan hilang kepercayaan kepada Tuhan. Jika demikian, maka kita tak kalah bedanya dengan para murid. Kendati demikian, Yesus ingin menegaskan dan mengingatkan kepada kita untuk tidak perlu merasa takut dengan apa yang kita hadapi. Kita cukup menaruh percaya sepenuhnya pada kuasa Tuhan saja. Sebab dengan cara itulah ketakutan kita akan lenyap dengan sendirinya.
(Fr. Don Kamilo Tawurutubun)
“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Mrk. 4:40).
Marilah berdoa:
Ya Bapa yang Mahabaik, bantulah kami untuk dapat melawan rasa takut kami dengan percaya kepada-Mu. Amin.











