“Berpeganglah kepada-Nya”: Renungan, Kamis 13 Januari 2022

0
1878

Hari Biasa (H)

1Sam. 4:1-11; Mzm. 44:10-11,14-15,24-25; Mrk. 1:40-45.

Pada umumnya, orang sakit akan mencari atau mengupayakan kesembuhannya dengan kekuatan finansial atau keuangannya serta dengan keyakinannya. Ada yang langsung pergi ke dokter, ke perawat terdekat, ke tukang pijat bahkan ada juga yang pergi ke dukun atau para-normal. Bermacam-macam pilihan tersebut tentunya dipengaruhi oleh kepercayaan atau keyakinan orang sakit tersebut bahwa melalui pilihannya itu ia dapat memperoleh kesembuhan.

Injil hari ini mengisahkan mengenai Yesus yang menyembuhkan seorang yang sakit kusta. Ungkapan seorang yang sakit kusta kepada Yesus sebagaimana dikisahkan dalam Injil hari ini, yakni: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku”. Sesungguhnya ungkapannya itu mengandung keyakinan bahwa Yesus memang dapat menyembuhkannya dari penyakit. Kemudian ketika Yesus mendengar permohonan dari orang kusta tersebut, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada orang tersebut dan seketika ia menjadi sembuh.

Sebagaimana diceritakan dalam Injil hari ini, orang kusta itu menyampaikan permohonannya sambil berlutut di hadapan Yesus. Sesungguhnya berlutut adalah ungkapan kerendahan hati. Karena itu, permohonan yang disampaikan dan keyakinan serta dengan kerendahan hati itu mendapat jawaban yang positif dari Yesus yang adalah Juru Selamat manusia.

Berbeda dengan yang dikisahkan dalam Injil hari ini, dalam bacaan pertama Kitab Samuel justru menceritakan bahwa Allah seakan-akan tidak peduli lagi dengan bangsa Israel di mana mereka dibiarkan teraniaya oleh orang Filistin walaupun sudah mengangkat dan meletakkan tabut perjanjian Tuhan di perkemahan mereka. Orang Filistin bahkan juga merampas tabut perjanjian Tuhan yang menjadi kekuatan mereka, kendati bangsa Israel telah berseru-seru dengan nyaring memohon perlindungan dan meminta kemenangan bagi mereka kepada Allah namun Allah bahkan membiarkan mereka terpukul kalah oleh bangsa Filistin.

Melalui bacaan pertama hari ini, Allah hendak mengajarkan kepada kita untuk selalu dan senantiasa menjadi pribadi yang kuat dan tahan uji serta tahan banting dari segala tantangan yang ada. Sebab, Ia tidak ingin agar kita tidak tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang lemah. Kemudian melalui bacaan Injil hari ini, kita diajak untuk bertindak seperti si kusta yang memiliki iman yang besar di mana ia begitu yakin dan mau percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkannya. Hal tersebut hendak menunjukkan bahwa Allah dengan berbagai cara-Nya yang ajaib akan menyatakan belas kasih-Nya kepada kita sekarang dan sampai sepanjang segala masa. Oleh karena itu, marilah kita teguhkan iman kita dengan berpegang selalu kepada Tuhan.

(Fr. Gabriel Junior Ell)

“Aku mau jadilah engkau tahir” (Mrk.1:41).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, teguhkanlah iman kami selalu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini