Hari Biasa Khusus Adven (U).
Mal. 3:1-4; 4:5-6; Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14; Luk. 1:57-66.
“Bagi Tuhan tak ada yang mustahil, bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin, mujizat-Nya disediakan bagiku, ku diangkat dan dipulihkan-Nya”. Demikian kutipan sebagian lirik dari lagu yang berjudul “Bagi Tuhan tak ada yang mustahil”. Kalimat dari sebagian lirik lagu ini sudah jelas mengungkapkan bahwa Tuhan adalah Mahakuasa, yang tidak terbatas dengan segala sesuatu. Jika mengandalkan kuasa Tuhan, segala sesuatu yang tidak mungkin bagi manusia akan menjadi mungkin bagi Tuhan. Sebagian dari kemahakuasaan Tuhan sesungguhnya nampak dalam bacaan-bacaan hari ini.
Pada bacaan pertama dikisahkan tentang nubuat nabi Maleakhi mengenai kepenuhan janji Allah. Dalam menjawab ketidakpercayaan dari orang Israel, nabi Maleakhi meyakinkan mereka akan datangnya Mesias. Sebelum Ia datang, Ia telah mengutus seorang untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya. Utusan tersebut ialah Elia yang akan datang sebelum hari agung Tuhan.
Nubuat nabi Maleakhi mengenai persiapan jalan bagi Tuhan digenapi lagi ketika Yohanes Pembaptis tampil sebagai pendahulu Yesus Kristus. Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis. Kelahiran Yohanes Pembaptis merupakan suatu hal yang luar biasa, sebab Tuhan telah menunjukkan kekuasaan-Nya kepada Zakharia. Dikatakan luar bisa karena di usia mereka yang sudah tua dan Elisabet dikatakan mandul, tetapi mengandung seorang bayi. Hal ini membuat Zakharia menjadi bisu karena kurang percaya akan apa yang disampaikan Tuhan melalui malaikat-Nya.
Akan tetapi, setelah kelahiran Yohanes mulut Zakharia terbuka dan bisa berkata-kata untuk memuji Tuhan. Hal ini membuat orang banyak takjub sampai mereka mempertanyakan apa yang akan terjadi kepada Yohanes nanti sebab tangan Tuhan menyertainya. Yohanes adalah seorang perintis jalan bagi kedatangan Kristus. Ia berseru-seru dipadang gurun memerintahkan bangsa Israel untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan dengan cara bertobat.
Pada saat ini kita sedang dalam masa Adven. Masa Adven merupakan masa penantian akan kedatangan Kristus kembali. Dalam masa penantian ini kita dituntut untuk selalu setia dengan penuh penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Ilahi. Dia akan datang sebagaimana yang telah dinubutkan oleh para nabi untuk membebaskan manusia dari cengkraman dosa. Oleh karena itu, marilah kita mempersiapkan kedatangan Tuhan dengan tetap percaya akan kehendak-Nya dan hiduplah dalam ketaatan penuh terhadap Tuhan.
(Fr. Marco Yohanis Mamarodia)
“Dan seketika itu juga terbuka mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah” (Luk. 1:64).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga aku selalu menaati dan melaksanakan kehendak-Mu. Amin











