“Menyambut Kristus di Tengah Pandemi”: Renungan, Jumat 24 Desember 2021

0
1716

Malam Natal (HR)

Yes 9:1-6; Mzm. 96:1-2a,2b-3,11-12,13; Tit. 2:11-14; Luk. 2:1-14.

Peristiwa natal merupakan sebuah peristiwa yang dinantikan oleh seluruh pengikut Kristus di seluruh dunia. Sehingga, selama perayaannya pun peristiwa natal selalu dirayakan dengan sangat meriah setiap tahunnya. Namun, dalam dua tahun terakhir ini, natal tidak dirayakan semeriah biasanya. Hal ini disebabkan oleh Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi. Di mana, semua orang menjadi was-was dan cemas terhadap bahaya penularan virus corona yang sangat berbahaya.

Namun, kendati diperhadapkan dengan masalah seperti ini pun, sebagai pengikut Kristus seharusnya kita tidak perlu merasa cemas dan takut. Sebab, kita tentunya percaya bahwa Kristus selalu ada di tengah-tengah kita dan menyertai kita dalam kehidupan keseharian. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Dia yang Mahakuasa tidak memilih untuk lahir di sebuah tempat mewah, tetapi Ia memilih untuk lahir di sebuah kandang. Peristiwa ini hendak menunjukkan bahwa Kristus mau solider dengan umat-Nya. Ia ingin menunjukkan bahwa Ia bukanlah Tuhan yang canggung dan malu bergaul dengan umat-Nya yang kecil dan hina, tetapi Ia adalah Tuhan yang dekat dan akrab dengan siapa saja, termasuk mereka yang kecil dan hina di mata manusia.

Oleh karena itu, menyambut kelahiran-Nya, kita harus bersyukur, bersukacita dan bersorak-sorai, bahkan kendati kita pun sedang berada di tengah-tengah masalah besar yang dialami dunia saat ini. Namun, hanya bersyukur dan bersukacita pun tidak cukup tanpa adanya aksi nyata untuk menyambut kedatangan-Nya. Dengan demikian, sama halnya dengan Kristus yang mau solider dengan kita, maka sebagai umat-Nya kita pun harus tentunya mampu hidup solider dengan sesama kita. Di mana, kita pun harus bersukacita bersama dengan sesama kita, termasuk mereka yang dipandang hina di mata dunia.

Akan tetapi, di tengah pandemi saat ini tentunya aktivitas bersama pun dibatasi. Oleh karena itu, cara kita untuk bersukcita bersama sesama kita ialah dengan saling mendoakan. Sehingga, melalui berdoa, kita tidak hanya mendoakan diri kita, keluarga kita, tetapi juga sesama yang jauh dari kita, agar melalui kelahiran-Nya, kita semua semakin diberkati dan dijauhkan dari bahaya penularan Covid-19.

(Fr Stanislaus Andris Laritmas)

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Luk. 2:14).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, berkatilah dan jauhkanlah kami dari bahaya penularan Covid-19 saat ini, serta mampukanlah kami agar mampu menjalankan kehidupan keseharian di tengah pandemi ini. Amin

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini