Hari Biasa Pekan II Adven (U).
Sir. 48:1-4,9-11; Mzm. 80:2ac,3b15-16,18-19; Mat. 17:10-13.
Akhir-akhir ini banyak orang menunjukkan reaksi penolakan atau demo besar-besaran terhadap kemajuan-kemajuan atau hal-hal yang baru. Orang merasa nyaman dan damai dengan keadaannya yang lama. Bahkan hal ini sudah mulai merasuki kehidupan Gereja. Karena itu segala sesuatu yang baru dan berhubungan dengan pembaharuan menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Berbagai cara dilakukan untuk perubahan itu namun semua tidak akan terjadi dengan gampang. Bahkan orang saling memusuhi karena perbedaan pandangan yang tercipta karena perubahan-perubahan tersebut.
Pada bacaan pertama dikisahkan tentang Nabi Elia yang diutus ke tengah bangsa Israel untuk mengajak dan mengajarkan mereka hidup dalam kasih dan taat pada Tuhan. Elia tampil sebagai Nabi yang memberi pencerahan dan mengkritisi hidup bangsa pilihan Allah. Elia memberikan pencerahan atas kekelaman cara hidup bangsa Israel dan ingin mengembalikan bangsa Israel pada cara hidup yang benar.
Kemudian, dalam bacaan Injil dikisahkan bahwa pada masa Yesus, tampillah Yohanes Pembaptis yang menyerukan pertobatan. Ajakan untuk hidup yang benar menurut jalan Tuhan terus dikumandangkan. Seperti pada masa Elia, selalu ada dua sikap yang muncul atas pewartaan mereka. Ada sebagian orang yang terbuka dan menerima wartanya dan sebagian lain menolak. Berbagai penolakan terhadap ajakan Elia dan Yohanes Pembaptis melahirkan penderitaan.Yesus menegaskan bahwa sesungguhnya Elia telah datang kembali dalam diri Yohanes Pembaptis untuk membawa pemulihan dan persiapan menyongsong kedatangan Mesias. Tetapi, warta mereka tidak ditanggapi. Bahkan ada sebagian kaum Israel yang menolak dan terus berusaha untuk membunuh Yohanes Pembaptis.
Nabi Elia dan Yohanes Pembaptis adalah dua nabi terkenal pada masa adven ini. Keduannya memaklumkan warta pertobatan untuk kedatangan Tuhan. Namun, mereka sama-sama ditolak bahkan hendak dibunuh. Bacaan Injil menyadarkan kita bahwaYesus Kristus Sang Penebus yang kita nantikan, akan datang dengan kesederhanaan dan kerendahan hati. Yohanes Pembaptis yang menyiapkan jalan bagi Mesias juga mengambil jalan yang sama. Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Mesias dengan kehadiran Yohanes Pembaptis. Marilah kita perbaiki cara pandang kita kepada Yesus dengan bertobat dan mempersiapkan diri kita. Kalau hati kita sudah bersih, perasaan kita sudah murni, cara pandang kita sudah baik dan hidup kita suci, maka Yesus akan datang dan menyelamatkan kita.
(Fr. Antonio Herdy Faubun)
“Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau ?” (Sir. 48:4).
Marilah Berdoa:
Tuhan, bantulah agar kami mampu menangkap kehendak-Mu dan sanggup menghadirkan kasih dan kebaikan-Mu. Amin.











