Hari Ketujuh Dalam Oktaf Natal (P).
Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12,13; Yoh. 1:1-18.
Pada mulanya adalah firman; firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman yang bersama dengan Bapa sekarang telah menjadi manusia. Karena dalam Dia ada kehidupan. Ia datang sebagai terang yang bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak dapat menguasainya. Yesus yang bersama dengan Bapa, sekarang Ia datang sebagai terang untuk menerangi umat-Nya dari kuasa kegelapan agar dosa tidak dapat menguasai manusia. Maka datanglah seorang yang diutus Allah yakni Yohanes. Ia datang agar memberi kesaksian tentang terang itu supaya olehnya semua manusia percaya dan diselamatkan.
Bacaan Injil hari ini ialah kesaksian Yohanes Pembaptis tentang kehadiran terang dan cahaya. Ia mengakui bahwa dirinya bukanlah terang itu tetapi ia harus bersaksi tentang terang itu. Karena terang yang sesungguhnya telah datang dan Ia telah ada di tengah-tengah dunia ini. Dari kesaksian Yohanes tentang dirinya yang bukanlah terang itu, maka kita pun harus belajar agar menjadi pewarta-pewarta yang sunguh-sunguh bersaksi atas kuasa Allah bukan atas kuasa dan kesombongan kita. Sebab kita harus belajar dari Yohanes yang diutus oleh Allah untuk bersaksi dengan jujur tentang Yesus Kristus yang adalah terang itu dan bukan tentang dirinya.
Tahun 2021 akan segera berakhir. Tahun yang penuh dengan tantangan dan pengalaman yang terjadi dalam hidup kita. Ada pengalaman duka maupun suka. Perjalanan hidup setiap orang tidak terhenti pada satu titik namun terus berproses. Banyak yang perlu dibenahi dan dikembangkan. Terkadang keegoisan dan rasa percaya diri yang lebih, ingin dipandang kuat menguasai diri setiap orang. Namun bukan berarti kita akan tetap diam dan tidak mengubahnya. Maka, perlu ada perubahan. Perubahan yang sejati tidak datang dalam waktu yang singkat namun memerlukan proses. Proses itu akan terus ada dibarengi dengan usaha dan penyerahan diri terhadap penyelenggaraan Allah. Yohanes yang adalah nabi besar dengan rendah hati mengakui bahwa bukanlah dia penyelamat tetapi Sang Firman yakni Yesus Kristus. Dari Yohanes kita belajar bahwa Allah adalah selalu yang utama maka, bagaimana dengan kita, masihkah Allah yang utama?
(Fr. Simon Materay)
“Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita” (Yoh. 1:14).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bukalah hati kami untuk menerima kehadiran Putra-Mu sebagai Cahaya Kebenaran. Amin.











