HR Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
BcE Dan. 7 :13-14 ; Mzm. 93 :1ab,1c-2,5 ; Why. 1:5-8; Yoh. 18:33b-37
Ada seorang bapak, pekerja serabutan. Ia memiliki seorang istri dan dua orang anak. Si bungsu belum bersekolah, sedangkan yang lain duduk di bangku Sekolah Dasar. Setiap hari dia bekerja keras. Memang mesti demikian. Gaji sehari cukup untuk makan dan minum sehari. Sedikit sekali yang dapat disisihkan untuk biaya sekolah anak-anaknya atau untuk membeli pakaian. Tak ada tabungan untuk biaya kesehatan. Sungguh tak mampu. Semua diserahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Suatu hari bapak tersebut menemukan sebuah tas berisi uang. Banyak sekali jumlahnya. Baru kali ini dilihatnya uang sebanyak itu. Jantungnya sampai berdegup kencang sekali. Belum pernah sebelumnya demikian. Dia sempat berpikir untuk membawa tas dan uang itu ke rumahnya. Tapi suara hatinya berseru kencang: “Berikanlah tas dan uang itu kepada pemiliknya!”. Akhirnya dia menunggu di tempat itu. Tas itu dipegangnya kuat. Kemudian dia melihat seorang ibu tergesa-gesa dan kebingungan, bertanya-tanya kepada orang-orang tentang tasnya. Saat ibu itu berada di depannya, tanpa menunggu lama, bapak itu langsung menyerahkan tas itu kepada ibu pemiliknya. Dia rasa senang dan bangga dengan dirinya. Si ibu terisak terharu dan mengucapkan terima kasih dengan memberikan bapak itu uang yang banyak.
Kebenaran memang tak gampang diwujudnyatakan. Tapi kebenaran menunjukkan siapakah sesungguhnya seorang manusia. Orang yang melawan kebenaran adalah penjahat. Orang yang memperjuangkan kebenaran adalah pahlawan. Dan seorang manusia yang baik pasti memilih menjadi pahlawan dan bukan penjahat.
Panggilan orang Kristen adalah menjadi pahlawan kebenaran. Karena Kristus, Raja Semesta Alam, yang diikuti oleh setiap orang yang menyebut diri Kristen, adalah raja kebenaran. Untuk kebenaran Yesus rela menderita dan malahan mengurbankan diri-Nya. Dari Kristuslah kita belajar untuk mengenal kebenaran. Dari Dialah kita tahu bahwa mewujudnyatakan kebenaran memang akan berhadapan dengan musuh kebenaran, yaitu para penjahat. Dari pengalaman perjuangan-Nya kita sadar bahwa mewartakan kebenaran pastilah akan berhadapan dengan warga kerajaan setan yang lalim. Tapi dari Dialah kita diingatkan bahwa mewujudnyatakan kebenaran membuat orang menjadi manusia yang terpuji, pantas diteladani dan dikenang.
Identitas ke”raja”an seseorang yang mengaku diri pengikut Kristus dimaklumkan hari ini. Identitas itu tidak ditentukan oleh harta dan takhta, pangkat dan jabatan. Sebaliknya, identitas itu ditentukan oleh kebenaran dan perjuangan untuk menyatakan, membela, dan memperjuangkannya terus-menerus. Kalau begitu, setiap orang Kristen sungguh dapat memiliki dan bangga dengan identitas kerajaaan itu. Karena kaya dan miskin, berpangkat atau tidak, berpendidikan atau tidak, semuanya dapat memiliki identitas yang luhur itu.
(Pst. Ventje F. Runtulalo, Pr)
“Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran” (Yoh. 18 :37).
Marilah berdoa :
Ya Tuhan Yesus, berikanlah aku senantiasa kekuatan yang berasal dari-Mu, agar aku selalu kuat dan setia dalam memperjuangkan kebenaran. Amin.











