“Kapan Kerajaan Allah datang?”: Renungan, Jumat 12 November 2021

0
1697

Pw Yosafat

Keb. 13:1-9; Mzm. 19:2-3,4-5; Luk. 17:26-37

Pada dasarnya, orang saat ini sering tertarik dengan hal-hal heboh yang muncul di media sosial. Berita-berita yang menjadi trending topic menjadi pusat perhatian semua orang. Bahkan sampai ditelusuri lebih jauh mengenai apa sebab peristiwa itu, siapa yang berperan dsb. Contoh yang paling konkrit ialah berita selebritis baik tanah air maupun mancanegara. Itulah gaya dan situasi hidup orang zaman ini; selalu penasaran.

Dalam bacaan Injil hari ini, orang Yahudi dan Farisi juga berusaha mencari tahu kebenaran ajaran Yesus tentang Kerajaan Allah. Mereka bertanya, kapan Kerajaan Allah datang? Mereka menginginkan supaya Kerajaan Allah yang Yesus wartakan nampak secara lahiriah. Namun Yesus mengatakan hal berbeda: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.” Apa artinya?

Bacaan pertama mengarahkan kita untuk memahami apa yang terjadi dalam Kerajaan Allah. Kerajaan Allah bukan hanya sebatas kerajaan fisik duniawi, melainkan lebih luas dari itu. Salah satu sifat Kerajaan Allah itu ialah kebijaksanaan. Kebijaksanaan merupakan pantulan cahaya kekal, dan cermin tak bernoda kegiatan Allah. Kebijaksanaan mampu membaharui semuanya sebab ada Roh yang arif dan Kudus. Kebijaksanaan memurnikan angkatan satu ke angkatan lain. Orang yang hidup dalam kebijaksanaan itulah yang dikasihi Allah. Bentuk dari kebijaksanaan itu ialah Firman. Sebab itu pemazmur berkata, “Ya Tuhan, untuk selama-lamanya firman-Mu tetap teguh.”

Sekarang kita mengetahui bahwa Kerajaan Allah telah ada di dalam kehidupan kita. Kerajaan Allah itu bukan tampilan fisik melainkan lebih luas dari yang fisik. Karena itu hendaknya kita bukan bertanya, Ya Tuhan kapan kerajaanmu datang? Melainkan kita bertanya, Tuhan apa yang engkau ingin aku perbuat hari ini? Pertanyaan ini mengekspresikan ungkapan keyakinan penyelenggaraan Allah dalam kehidupan kita. Kita tidak harus mencari-cari seperti kilat yang mencari ujung bumi. Kita hendaknya menjadi pribadi yang senantiasa mendekatkan diri dengan Allah. Caranya ialah membaca dan merenungkan firman Tuhan. Karena dengan demikian, kita menjadi orang yang dikasihi Allah.

(Fr. Salfatoris Duarmas)

“Atas pertanyaan orang-orang farisi, kapan kerajaan Allah datang, Yesus menjawab kata-Nya: Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah” (Luk. 17:10).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah kami mendekatkan diri dengan firman-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini