“Kapan Kerajaan Akan Datang?” : Renungan, Kamis 11 November 2021

0
1887

Pw S. Martinus dr Tours, Usk (P).

Keb. 7:22 – 8:1; Mzm. 119: 89, 90, 130, 135, 175; Luk. 17:20-25

Mbak You adalah seorang peramal fenomenal yang sempat viral di siaran televisi. Ia pernah meramal bahwa akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tahun 2021; mulai dari bencana, wabah dan lain-lain. Banyak orang kemudian menghubungkan ramalan dari Mbak You ini dengan hari kiamat. Orang-orang mencoba menerka-nerka tentang kapan kedatangan hari kiamat dan mencoba merumuskan tanta-tanda seperti aneka bencana alam dan musibah. Dengan kata lain, orang-orang berusaha mencari tahu tentang kedatangan Kerajaan Allah.

Injil hari ini menampilkan Tuhan Yesus yang berbicara tentang “hadirnya Kerajaan Allah”. Orang-orang Farisi pernah menanyakan tentang kapan kedatangan Kerajaan Allah kepada Yesus. Dalam menanggapi pertanyaan tersebut, Yesus tidak memberikan suatu jawaban yang pasti, tetapi Ia menegaskan bahwa Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, walaupun sesungguhnya sudah hadir di antara mereka dalam pribadi Yesus Kristus. Suatu persoalan bagi manusia adalah kita sibuk menerjemahkan makna kedatangan Kerajaan Allah, dalam arti yang spektakuler, yang dilengkapi dengan tanda-tanda duniawi. Atas kesibukan yang kita buat, pada akhirnya kita tak mampu menyadari kedatangan dan kehadiran Allah di tengah hidup kita.

Untuk menyadari kehadiran Allah, ternyata kita perlu kepekaan dan kerendahan hati. Melalui kepekaan dan kerendahan hati, kita bisa merasakan kehadiran Allah di sekitar kita. Kehadiran Allah hanya bisa dilihat melalui kacamata iman. Yesus tidak hanya hadir saat kita senang dan berhasil, melainkan Ia juga hadir saat kita susah maupun gagal. Sering kali, kita tidak menyadari hal itu dan terkadang bersikap seperti orang farisi yang bertanya tentang kapan saatnya tiba. Jika kita berefleksi kembali tentang hidup kita, ternyata Allah selalu ada bersama kita. Ia tidak pernah meninggalkan kita. Yang menjadi persoalan yakni bagaimana kita menyadari kehadiran Allah? Mengenal dan merasakan kehadiran Allah tentu tidaklah cukup hanya dengan berdoa. Kita perlu melakukan suatu tindakan nyata. Kita perlu menolong teman yang kesusahan, membantu sesama yang membutuhkan dan berbuat baik kepada setiap orang. Semua itu menjadi bukti kehadiran Allah dalam diri kita. Mari kita bangun Kerajaan Allah dalam diri, melalui komitmen untuk saling membatu, saling menghargai, saling mengampuni satu sama lain di mana pun berada.

                             (Fr. Bonefasius Sola)

Lihat ia ada di sini atau ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di tengah kamu” (Luk. 17:21).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami mampu melakukan kebaikan bagi sesama, sebab kami percaya bahwa Engkau selalu ada bersama kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini