“Perbuatan Baik”: Renungan, Rabu 20 Oktober 2021

0
1559

Hari biasa (H)

Rm. 6:12-8; Mzm. 124:1-3,4-6,7-8; Luk. 12:39-48.

Di hari yang indah ini lewat bacaan-bacaan yang telah dibacakan atau didengarkan, Yesus mau mengajak kita sebagai anak-anak yang dicintai-Nya untuk melakukan segala perbuatan yang baik dalam perjalanan hidup kita sehari-hari. Perbuatan baik itu tentu tidak sebatas perbuatan yang dilakukan hanya karena diperintahkan atau perbuatan baik tersebut dilakukan hanya karena dipantau oleh orang lain, dengan kata lain perbuatan tersebut hanya merupakan sebuah formalitas belaka agar dilihat orang bahwa kita telah berbuat baik terhadap sesama. Seperti dikatakan dalam bacaan Injil pada hari ini: “Jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkanya, dan pada saat yang tidak diketahuinya dan  akan membunuh dia dan akan membuat  dia senasib dengan orang yang tidak setia”.

Kutipan tersebut memberi gambaran bahwa janganlah kita menjadi orang yang munafik di depan orang lain, melainkan belajarlah menjadi diri kita sendiri dengan sadar menanamkan akhlak dan sifat yang baik, dan dengan sadar menjadikan perbuatan baik itu sebagai kebiasaan dalam hidup kita. Janganlah kita berbuat baik hanya karena ingin dilihat orang melainkan berbuat baiklah sebagai kebiasaan dan bukan sebuah paksaan yang malahan menjadi beban dalam diri kita. Sebaliknya dengan menjadikan perbuatan baik itu sebagai sebuah kebiasaan, maka hal tersebut menjadi suatu kekhasan yang kita miliki. Perbuatan baik itu dapat dilihat dari keselarasan hidup dengan lingkungan. Hidup yang teratur merupakan suatu bentuk bahwa kita telah berbuat baik pada diri kita sendiri maupun orang lain. Namun apabila sebaliknya maka yang akan terkena dampaknya bukan hanya diri kita sendiri melainkan orang lain juga dapat merasakannya pula.

Tuhan Allah selalu memberikan yang terbaik dalam kehidupan kita yakni melimpahkan segala berkat-Nya kepada kita. Hal tersebut merupakan bentuk kecintaan-Nya kepada kita. Kita pun demikian karena Allah telah berbuat baik terhadap kita maka kita pun harus berbuat baik sebagai bentuk ketaatan kita dan jadikanlah itu sebagai kebiasaan dalam perjalanan hidup sebagai anggota persekutuan Kristus.

Oleh karena itu, marilah kita bermenung sejenak bertanya pada diri kita apakah dalam kehidupan sehari-hari kita telah melakukan hal-hal baik sebagai sebuah kebiasaan atau tidak?

(Fr. Cristefillius Rembaen)

“Janganlah menahan kebaikan dari pada orang yang berhak menerimanya” (Ams. 3:27).

Marilah berdoa:

Tuhan Allah kami, semoga lewat kebaikan-Mu, kami pun dapat melakukan hal-hal baik untuk sesama dan untuk Kerajaan Surga. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini