“Pelindung Orang Beriman”: Renungan, Jumat 8 Oktober 2021

0
1824

Hari biasa (H)

Yl. 1:13-15; 2:1-2; Mzm. 9:2-3, 6, 16, 8-9; Luk. 11:15-26

Manusia mempunyai kebebasan untuk memilih hidup dalam kebaikan atau hidup dalam kejahatan. Kebaikan menggambarkan perbuatan-perbuatan yang berasal dari Allah, sedangkan kejahatan merupakan perbuatan-perbuatan yang berasal dari iblis atau setan. Ketika manusia memilih untuk berbuat jahat maka saat itulah manusia jatuh dalam dosa. Ia mulai jauh dari Allah. Dosa membuat hubungan manusia dengan Allah menjadi ‘retak’. Hubungan yang retak itu kemudian dipulihkan oleh Yesus lewat sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengusir setan dalam diri seseorang di hadapan banyak orang. Lalu orang-orang itu mulai berkata bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Yesus kemudian menegaskan bahwa Ia mengusir setan dengan Kuasa Allah. Ketika Kuasa Allah dihadirkan maka Kerajaan Allah sudah datang. Kuasa Allah itu lebih dari kuasa lainnya.

Mereka yang beranggapan bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul adalah orang-orang yang penuh dengan keraguan. Mereka hidup dalam ketakutan, kebimbangan, kerapuhan dan kegelisahan. Situasi hidup seperti ini mudah tenggelam dalam pengaruh iblis. Apabila iblis telah merasuk ke dalam diri seseorang, maka orang itu mudah melakukan kejahatan.

Hidup manusia yang telah rusak oleh karena perbuatan iblis dapat dipulihkan oleh Yesus. Dengan Kuasa Allah, Yesus melindungi dan membebaskan kita dari pengaruh roh jahat. Ketakutan, kebimbangan dan kegelisahan dalam hidup kita diobati oleh-Nya. Roh Kudus yang Ia berikan kepada kita, menjadi senjata utama diri kita untuk melawan iblis. Namun Roh itu hanya bisa kita dapatkan ketika kita selalu berpegang pada Sabda-Nya.

Maka masuklah dalam keheningan dan carilah Tuhan. Berjalanlah bersama Dia, sehingga kita termasuk dalam kawanan-Nya. Sehingga Ia akan memberanikan kita melawan rasa takut, memberi solusi atas segala kebimbangan, dan memberi ketenangan atas segala kegelisahan. Dan teruslah tinggal bersama Yesus, sebab iblis dengan kekuatannya akan terus berusaha menyerang kita.

Kita juga perlu mengekspresikan kedekatan kita dengan Yesus lewat perbuatan-perbuatan kita seperti membantu orang susah, bersikap jujur dan lain sebagainya. Semua itu dipenuhi oleh kuasa Allah. Oleh sebab itulah tindakan kita akan menjadi karya Allah di tengah dunia.

(Fr Romi Lermatan)

« Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan
siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan »
(Luk. 11:23).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah imanku kepada-Mu agar iblis tak mampu merasuki diriku. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini