“Hidup itu Perjuangan »: Renungan, Rabu 27 Oktober 2021

0
3702

Hari biasa (H).

BcE Rm. 8:26-30; Mzm. 13:4-5,6; Luk. 13:22-30.

Suatu hari saya sempat melihat beberapa video dari aplikasi tiktok. Ada sebuah video yang berdurasi cukup singkat namun mendorong saya untuk berefleksi dari video tersebut. Video itu menggambarkan seorang imam yang sedang memimpin misa pada hari minggu dan sedang  membawakan sebuah renungan. Di dalam renungan tersebut ada sebuah pertanyaan, “Mengapa air keringat itu asin?”. Jawaban yang diberikan oleh imam tersebut sangatlah sederhana yaitu “Sebab sebuah perjuangan tidak mengenal  kata manis”.

Tema permenungan kita pada hari ini fondasinya berada pada kata berjuang.  Injil hari ini mengisahkan Yesus yang sedang berjalan berkeliling dari desa ke desa dan dari kota ke kota serta selanjutnya Yesus melanjutkan perjalanan-Nya  ke Yerusalem. Di dalam perjalanan ada seseorang yang bertanya kepada yesus mengenai siapakah orang yang akan diselamatkan. Jawaban Yesus terhadap orang tersebut adalah “Berjuangalah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu’’. Selanjutnya Yesus juga menegaskan bahwa akan ada banyak orang yang mencoba untuk masuk, tapi tidak dapat masuk. Pertanyaan dari orang tersebut dan hubungannya dengan jawaban Yesus rupanya tidak ada hubugan atau bisa dikatakan bahwa jawaban Yesus tidak menjawab pertanyaan orang tersebut. Yesus tidak memberikan jawaban tentang jumlah eksplisit dari orang yang akan diselamatkan, namun Yesus hendak memberikan dorongan kepada orang tersebut bahwa untuk memperoleh keselamatan  dengan perjuangan tanpa kenal lelah.

Masing-masing orang memiliki hal yang sedang diperjuangkan. Perjuangan terbesar dari masing-masing orang selalu mengarah pada keselamatan dirinya.  Yesus telah mengatakan kepada kita bahwa untuk memperoleh keselamatan itu, kita harus berjuang. Hidup ini bukan soal “apa kita sekarang” melainkan soal “ke arah mana kita bergerak”. Memang setiap perjuangan itu tidak pernah ada kata manis dan menyenangkan. Yesus mengatakan bahwa akan ada banyak orang yang berusaha untuk masuk, tapi tidak akan bisa. Hal tersebut terjadi karena walaupun kita mempunyai niat yang besar untuk berusaha menuju pada keselamatan, tapi jika tidak ada perjuangan maka hampalah semua niat itu. Sekali lagi bahwa setiap  perjuangan itu tidaklah mudah, sehingga  yang dibutuhkan adalah usaha dan kerja keras sebagai bentuk perjuangan.

Bacaan pertama mencoba memberikan kita kelegaan  dalam usaha kita  untuk memperoleh keselamatan. Paulus menegaskan bahwa Roh senantiasa akan membantu kita dalam kelemahan yang kita miliki. Roh selalu mendoakan kita kepada Allah dengan segala kelemahan yang kita miliki. Paulus sekali lagi menegaskan bahwa Allah senantiasa membantu kita jika kita mengasihi diri-Nya. Sebenarnya inilah jawaban yang tepat dalam usaha kita untuk memperoleh keselamatan yaitu jika kita mengasihi Allah, maka Allah akan senantiasa membantu kita dalam setiap permasalahan yang kita alami. Orang-orang yang tidak berjuang tidak akan menemukan keselamatan melainkan akan dicampakkan di suatu tempat yang dipenuhi dengan ratapan dan kertak gigi.

Marilah kita menanamkan dalam diri kita dan berusaha membangun prinsip bahwa saya harus berjuang untuk memperoleh keselamatan itu. Memang pada dasarnya pasti akan sulit, tapi jika kita selalu menempatkan diri kita pada Allah, maka segala beban yang kita pikul pasti akan terasa ringan. Semoga Tuhan menyertai kita.

(Fr. Fujio F. Tawas)

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu !” (Luk. 13:24).

Marilah berdoa :

Tuhan, semoga kami selalu setia dan taat dalam usaha kami untuk memperoleh keselamatan yang Engkau janjikan. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini