“Bertumbuh untuk Mencari Kerajaan Allah” : Renungan, Selasa 26 Oktober 2021

0
1705

Hari Biasa (H).

BcE Rm. 8:18-25; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Luk. 13:18-21.

Kerajaan Allah adalah laksana biji sesawi yang tumbuh menjadi pohon, tempat bersarangnya burung-burung. Kerajaan Allah itu laksana ragi. Kecil, namun mempunyai efek yang sangat besar.

Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus mengajak umat di Roma agar setia dan tekun dalam pengharapan. Demikianlah ajaran Yesus mengenai Kerajaan Allah. Kita diajak untuk mempengaruhi sesama melalui tindakan-tindakan yang sederhana dan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan ini adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu, ketekunan, dan kepercayaan. Inilah yang sering tidak kita miliki. Kita lebih puas kalau langsung melihat hasil dari seluruh tindakan kita, pada saat itu juga.

Kita hidup di dunia yang lebih mementingkan hasil dari pada proses yang memakan waktu. Kita tidak pernah sadar bahwa hidup kita dibentuk bukan hanya oleh hasil semata-mata, namun terutama oleh perjalanan untuk mencapai keberhasilan itu.

Dalam bacaan Injil, Yesus mengumpamakan Kerajaan surga laksana biji sesawi dan ragi dalam adonan. Hal ini selaras dengan Paulus dalam bacaan pertama yang menjadikan Yesus sebagai prioritas dalam hidupnya.

Mencari Kerajaan Allah berarti kita berusaha menempatkan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita sebagai prioritas. Kita harus berkomitmen, konsekuen, serta konsisten untuk mencari kehendak Tuhan di sepanjang hidup kita, agar kita dapat melihat kemuliaan Tuhan dan  juga hidup bersama dengan Tuhan. Selain itu mencari kerajaan Allah juga berarti kita melakukan seluruh bagian kebenaran firman Tuhan dalam hidup kita, sampai kita menyadari bahwa kita tidak bisa lepas dari kebenaran firman Tuhan. Setelah mencari dan  mendapatkan kehendak dari Tuhan, kita yakin bahwa itu semua akan mendatangkan damai sejahtera, kelimpahan, kelepasan dari maut, pengampunan, kesembuhan dan sukacita dalam hidup ini. Dan akhirnya itu semua membawa kita pada rasa percaya dan yakin bahwa Tuhan menyediakan jalan kehidupan yang baik dan kekal bagi kita sesuai dengan kehendak-Nya dan sesuai dengan firman yang diucapkan-Nya.

Saudara-saudari terkasih, marilah kita meresapkan bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini dan menjadikannya sumber pengharapan bagi hidup rohani kita. Marilah kita seperti Rasul Paulus yang memprioritaskan hidupnya hanya untuk Yesus Kristus. Sebab Paulus yakin bahwa penderitaan yang sering kita alami bahkan penderitaan terberat sekalipun, tidak akan dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita oleh Tuhan.

(Fr. Andre Talia)

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita” (Rm. 8:18).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, jadikanlah aku setia pada sabda-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini