“Allah Yang Maharahim”: Renungan, Rabu 6 Oktober 2021

0
1937

Hari Biasa (H)

Yun. 4:1-11; Mzm. 38:3-4,5-6,9-10; Luk. 11:1-4

Pada suatu hari, ada seorang anak yang melakukan kesalahan sehingga membuat ayahnya marah. Anak itu mencuri uang ayahnya lalu membeli rokok dan dikonsumsi bersama teman-temannya. Ayah itu marah kepada anaknya karena telah melakukan dua kesalahan sekaligus, yakni mencuri uang dan merokok. Anak itu kemudian meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Sang ayah melihat kesungguhan dari anak itu dan langsung mengampuninya.

“Engkaulah Allah, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia”, begitulah bunyi mazmur hari ini yang mau menunjukkan betapa besar kerahiman Allah. Kisah nabi Yunus yang terdapat dalam bacaan pertama hendak mengajarkan kita untuk menyelami kerahiman Allah dalam hidup kita. Dalam kisah tersebut kita menemukan bahwa Allah mengasihi orang-orang Niniwe sebagaimana Yunus menyukai pohon jarak yang diberikan Allah kepadanya.

Kerahiman Allah yang begitu besar kepada manusia dipertegas oleh Yesus dalam bacaan Injil melalui doa yang amat sempurna yaitu “Doa Bapa Kami”, yang diajarkan kepada murid-murid-Nya. Di sini Yesus tidak hanya mengajarkan bagaimana cara murid-murid-Nya untuk berdoa, tetapi menunjukkan identitas Allah sebagai sosok yang berbelaskasih dan maharahim. Dan juga dengan tekun dalam berdoa kita semakin mendekatkan diri pada Allah.

Bacaan pertama dan bacaan Injil menampilkan bagaimana sosok Allah yang Maharahim. Pertanyaannya, nilai apakah yang bisa kita pelajari dari kedua bacaan tersebut? Pertama, manusia merupakan reinterpretasi dari Allah, manusia adalah citra Allah. Kedua, manusia hidup untuk mewartakan. Sebagai reinterpretasi dari Allah, manusia sepatutnya mewartakan sosok Allah dalam kehidupannya setiap hari dengan menghadirkan Allah di dunia melalui tindakan dan perkataan baik. Misalnya dengan tindakan mengampuni, mengasihi dan lain sebagainya. Sehingga orang-orang dapat melihat dalam diri kita Allah yang Maharahim melalui tindakan dan sikap yang kita tunjukkan kepada orang lain.

Oleh karena itu, marilah kita saling mengasihi satu dengan yang lain. Jangan ada di antara kita sikap saling membenci, menghina dan tidak menghargai orang lain. Sebab, Tuhan itu Maharahim, Ia mengasihi dan mengampuni setiap kesalahan yang kita perbuat.

(Fr. Weldy Stevan Lelung)

 “Jawab Yesus kepada mereka: Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu” (Luk. 11:2).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, berkatilah aku agar mampu menyelami dan menghadirkan kasih-Mu yang maharahim kepada semua orang, agar melalui tindakan dan perilaku yang kulakukan, nama-Mu yang kudus semakin dihormati. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini