“Pengorbanan”: Renungan, Sabtu 25 September 2021

0
1397

Hari biasa (H)

Yer. 31:10,11-12ab,13; Luk. 9:43b-45.

Dalam dunia entertainment sudah begitu banyak film yang mengisahkan tentang bagaimana ayah dan ibu mengasihi anaknya dengan sepenuh hati dan segenap jiwa raga mereka. Hal ini tentu bukan sekedar untuk memberitahukan kepada kita bagaimana cara kedua orang tua mengasihi kita, tetapi mengajak kita untuk lebih bermenung tentang kasih dan pengorbanan yang rela mereka berikan kepada kita bahkan saat masih di dalam kandungan.

Saudara-saudari terkasih, bacaan Injil hari ini berbicara mengenai pemberitahuan kedua tentang penderitaan yang akan dialami oleh Yesus. “Anak manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Itulah perkataan Yesus kepada orang-orang yang ada disekitar-Nya pada saat sesudah Ia mengusir roh dari seorang anak yang sakit. Mereka tidak mengerti apa maksud dari perkataan-Nya itu. Dalam ketidaktahuan mereka juga tidak berniat untuk menanyakan kepada Yesus arti dari kata-kata tersebut. Terselubung, tersembunyi, dan sebagai suatu misteri adalah kata-kata yang cocok dialamatkan kepada mereka yang tidak mengerti perkataan Yesus tadi.

Pada masa lampau sebagai orang yang percaya kepada Allah, orang-orang mengerti bahwa keselamatan akan datang dari Allah, tetapi tidak pernah merenungkan bagaimana cara Allah akan memberikan mereka keselamatan itu. Yesus yang akan mengalami penderitaan adalah perwujudan ketaatan-Nya kepada Bapa-Nya bahkan saat Ia menderita hingga wafat di kayu salib. Dalam situasi tersebut Yesus turut menunjukkan kebesaran-Nya yang membuat kita diselamatkan dari dosa dan Ia meraih kemenangan atas maut. Kasih dan pengorbanan-Nya selalu menolong kita semua. Dari Yesus kita belajar arti pengorbanan yang sesungguhnya.

Dalam bacaan pertama juga dikisahkan bagaimana Sang Penyelamat akan menjadi penjaga bahkan tembok bagi umat yang dengan setia dan teguh menantikan kemuliaan-Nya. Dengan demikian kita menjadi paham bahwa keselamatan turun ke dunia sebagai lambang kebesaran Bapa yang tergambar dalam diri Putera-Nya yang mengorbankan nyawa-Nya demi penebusan umat manusia. Dalam pengorbanan Yesus kita melihat kemuliaan yang amat besar dan di sanalah kita turut memperoleh kemerdekaan atas dosa.

Saudara-saudari sekalian, dalam kehidupan sehari-hari Allah pun turut serta menyertakan karya keselamatan yang ia buat lewat setiap orang yang ada di sekitar kita pun yang setia mendoakan kita. Lewat orang tua kita belajar bagaimana mengasihi yang tulus. Keberadaan kita sekarang ini tidak lepas dari genggaman tangan kasih Bapa. Maka dari itu mulai saat ini cobalah untuk merefleksikan kembali bagaimana pengorbanan terpatri dalam diri kita sebagai pengikut Kristus yang sejati. Sudahkah kita berani memberi diri untuk hal-hal kecil yang berguna bagi orang-orang di sekitar kita?

(Fr. Marcelino Ronaldo)

 

“Dengarkanlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia” (Luk. 9:44).

Marilah berdoa:

Ya Yesus, berikanlah aku kekuatan agar di setiap saat aku mampu mengambil bagian dalam karya pengorbanan-Mu yang telah menjadikan segala sesuatu di dunia menang atas kuasa maut. Amin.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini