Hari Biasa(H)
BcE 1Tim. 1:15-17; Mzm. 113:1-2, 3-4, 5a, 6-7; Luk. 6:43-49
Bacaaan-bacaan hari ini hendak menceritakan tentang ucapan syukur rasul Paulus dan perumpamaan tentang pohon dan buahnya. Dalam bacaan pertama dikisahkan tentang bagaimana rasul Paulus mengucap syukur atas kasih karunia Allah yang dialami dalam hidupnya. Kata-kata yang diucapkannya menggambarkan bagaimana kasih Allah mengantarkannya dari jalan yang salah menuju kepada jalan yang benar. Baginya “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa”. Perkataan ini mengungkapkan tentang pertobatan yang telah dialaminya.
Dalam bacaan Injil dikisahkan perumpamaan tentang pohon dan buahnya. Dalam perumpamaan-Nya, Yesus mengatakan bahwa tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik dan tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik. dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Perkataan ini hendak menyadarkan kita semua akan setiap perkataan dan perbuatan yang berasal dari diri kita masing-masing.
Selanjutnya, perihal tentang mendengarkan dan melaksanakan. “Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya, ia sama dengan seseorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan. Karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengarkan perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seseorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya”.
Saudara terkasih, mendengarkan dan melaksanakan firman Tuhan adalah suatu kewajiban bagi kita semua sebagai pengikut Kristus. Kita diharapkan untuk bersedia mendengarkan dan melaksanakan firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal ini dapat kita wujudkan dengan sikap saling menyayangi dan peduli terhadap sesama, dan selalu mengusahakan hidup damai dan sukacita. Ketika semuanya ini dapat dilakukan, kita mampu mendengarkan dan melaksanakan apa yang difirmankan Tuhan. “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Apa yang kita lakukan dalam nama Tuhan menjadi bukti nyata iman kita kepada Kristus Yesus. Dengan demikian, kita yang melaksakana firman Tuhan akan memperoleh keselamatan abadi di dalam Kerajaan Surga.
(Fr. Robertus Batseran)
“Iman tanpa perbuatan adalam mati” (Yak. 2:26).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami agar mampu melaksanakan firman-Mu. Amin.











