Pw S. Yohanes Maria Vianney, Im (P).
Bil. 13:1-2a,25 – 14:1,26-29,34-35; Mzm. 106:6-7a,13-14,21-22,23; Mat. 15:21-28.
Bacaan injil hari ini mengisahkan tentang seorang perempuan yang luar biasa. Dia tampil sebagai sosok yang penuh kepercayaan akan Yesus. Dia berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, anak Daud”. Dia memohon kepada Yesus supaya dapat menyembuhkan anaknya yang sedang kerasukan setan dan sangat menderita. Namun Yesus menolak perempuan itu dan mengatakan kepadanya: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing”.
Hal ini menunjukkan sebuah urutan. Dalam hal urutan makan anak-anak terlebih dahulu makan kemudian sisanya diberikan kepada anjing. Ketika Yesus sibuk dengan pelayanan-Nya Yesus hanya ingin mendahulukan orang yang percaya yakni bangsa Yahudi. Berbeda dengan perempuan yang memohon kepada Yesus yang berasal dari Kanaan. Mereka memiliki dewa-dewa untuk disembah.
Namun Yesus terkejut dengan tanggapan dari perempuan ini yang berkata: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya”. Perkataan yang luar biasa dari seorang perempuan asal Kanaan. Betapa dia memiliki iman yang besar kepada Yesus. Akhirnya Yesus pun menjawab kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki”. Iman perempuan itu menyelamatkan dirinya bahkan secara khusus orang yang dikasihinya, yakni anaknya sendiri yang sedang kerasukan.
Hari ini Gereja juga memperingati Santo Yohanes Maria Vianney. Awalnya ia diremehkan oleh orang lain karena kelambanannya dan kebodohannya. Akan tetapi ia tidak mudah menyerah. Ia selalu berdoa kepada Tuhan. Akhirnya ia menjadi seorang imam. Kemudian ia ditugaskan ke paroki yang terpencil namun dengan penuh semangat ia melaksanakan tugasnya. Di tempat tugasnya ia selalu mengandalkan Tuhan sehingga banyak mukjizat yang terjadi seperti banyak orang yang bertobat.
Sehingga pertanyaan bagi kita yang percaya kepada Yesus: Apakah kita sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dalam hidup? Atau masih meragukan Tuhan dalam setiap pergumulan hidup kita? Marilah kita belajar dari kisah seorang perempuan Kanaan yang memiliki iman yang besar dan akhirnya menyelamatkan orang yang dikasihinya. Marilah juga kita belajar dari St. Yohanes Maria Vianney yang memiliki iman besar kepada Tuhan sehingga membuatnya mampu menghantarkan banyak orang kepada keselamatan.
(Fr. Marciano Pantow)
“Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki” (Mat. 15:28).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, buatlah kami semakin mengimani Engkau. Amin.











