“Kejujuran dalam Kehidupan”: Renungan, Selasa 24 Agustus 2021

0
1795

Pesta S. Bartolomeus, Rasul (M)

Why. 21:9b-14; Mzm. 145:10-11,12-13ab,17-18; Yoh. 1:45-51.

Pada zaman modern ini dengan teknologi yang serba canggih, kita senang sekali kalau bertemu dengan orang-orang yang memiliki sikap kejujuran dan juga tidak ada kepalsuan hidup. Dalam pengalaman perjumpaan tersebut kita bisa mengalami sukacita yang luar biasa. Mengalami sukacita tersebut, hari ini Gereja merayakan Pesta Santo Batolomeus, Rasul. Dalam Injil Yohanes, Bartolomeus disapa dengan nama lain, yakni Natanael. Bartolomeus menjadi pewarta Injil Kristus di belahan dunia timur. Bangsa Armenia pun menyebut Bartolomeus sebagai rasul mereka. Menjadi rasul, Bartolomeus merupakan orang yang pertama menobatkan mereka dan menjadi percaya kepada Kristus yang bangkit. Dengan menobatkan mereka, Bartolomeus mati sebagai martir Kristus di Albanopolis pada masa pemerintahan Astyades, raja Armenia.

Melihat dan percaya. Injil hari ini menggambarkan sesuatu yang menarik dan perlu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah menemukan Yesus, anak Yusuf dari Nazaret, Filipus memanggil Natanael dan berkata: “Mari dan lihatlah”. Dengan tidak ada keraguan dalam dirinya, maka seketika itu juga Natanael langsung mengimani Yesus dengan berkata: “ Rabi, Engkau Anak Alllah, Engkau Raja orang Israel”. Mendengarkan perkataan tersebut, Yesus melihat inilah seorang Israel yang sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya. Yesus melihat hatinya yang tulus.

Sikap kejujuran dari Natanael terhadap kepercayaan akan Yesus anak Allah membuahkan hasil yang luar biasa dengan mendirikan kerajaan Allah melalui pewartaan-pewartaan tentang Yesus yang bangkit dari antara orang mati. Dengan tidak ada kepalsuan dalam hidup, melihat dan percaya, maka Yesus berkata: “Sesunguhnya engkau melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia”.

Merayakan pesta Santo Bartolomeus, kita diajak untuk hidup jujur terhadap diri sendiri, sesama dan Sang Pencipta. Dalam kehidupan sehari-hari, pasti tidaklah mudah menjalankan sikap ini. Namun marilah kita mencontohi Santo Bartolomeus yang memiliki hati yang tulus dan cara hidupnya yang sejati demi mengenal Yesus, Penyelamat Dunia.

(Fr. Frantosius Kadoang)

“Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!”” (Yoh. 1:47).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk selalu bersikap jujur terhadap Engkau, sesama dan diri sendiri. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini