“Iman yang Menyembuhkan”: Renungan, Rabu 1 September 2021

0
2540

Hari Biasa (H)

BcE Kol. 1:1-8; Mzm. 52:10,11; Luk. 4:38-44

Bacaan Injil hari ini mengisahkan Yesus menyembukan banyak orang. Banyak orang datang berbondong-bondong kepada Yesus karena mereka percaya bahwa Yesus mempunyai kuasa untuk menyembuhkan mereka. Dengan menghardik penyakit yang diderita ibu mertua Simon, seketika itu juga ia sembuh. Yesus menunjukan bahwa Ia adalah Anak manusia  dan juga Anak Allah yang Maha Tinggi yang mempunyai kuasa. Hal ini dapat dilihat dari pengakuan setan sendiri yang menyebut Yesus sebagai Anak Allah ketika Yesus menyembuhkan banyak orang.

Yesus bukan hanya memberikan penyembuhan kepada banyak orang, tetapi Ia juga memberikan pengharapan bagi banyak orang akan Allah yang berbelas kasih. Yesus memberikan suka cita yang luar biasa kepada orang-orang kecil yang tidak mempunyai harapan. Yesus bukanlah penyembuh seperti tabib-tabib yang menggunakan obat atau seperti para pengusir setan yang menggunakan mantra-mantra atau upacara kuno untuk mengusir setan.

Terkadang Ia hanya menggunakan ludah yang mempunyai khasiat, atau melakukan kontak fisik antara Yesus dengan orang sakit, bahkan hanya dengan menghardik dan menyentuh juba Yesus saja orang  dapat menjadi sembuh. Karena itu Yesus menekankan kepercayaan dan iman seseorang kepada-Nya dapat menghantar mereka pada penyembuhan, keselamatan, pengharapan, dan sukacita yang luar biasa.

Kita pun hendaknya sama seperti orang-orang yang selalu berharap, beriman, dan mempunyai harapan akan belas kasih Allah. Sebagaimana jemaat perdana di Kolose yang diceritakan dalam bacaan pertama. Mereka semakin beriman akan Yesus Kristus dan saling mengasihi satu sama lain. Kita pun sebagai umat Allah dan pengikut Yesus Kristus, hendaknya selalu beriman seperti Yesus mengaharapkan kita untuk beriman pada-Nya.

Hendaknya juga kita saling mengasihi satu sama lain sebagaimana jemaat perdana di Kolese hidup beriman dan mengasihi Yesus Kristus. Percayalah, bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan umatnya yang beriman dan percaya pada-Nya, serta hidup saling mengasihi. Yesus sudah menjamin bahwa kita akan hidup kekal bersama-Nya di Surga.

(Fr. Aldy Watu)

Dari banyak orang keluarlah juga setan-setan sambil berteriak: ‘Engkau adalah Anak Allah.’ lalu Ia dengan keras melarang mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias” (Luk. 4: 41).

Marilah berdoa:

Tuhan, ajarilah kami untuk senantiasa teguh dalam beriman pada-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini