Hari Biasa (H)
Tb. 3:1-11a, 16-17a; Mzm. 25:2-4a, 4b-5ab, 6-7bc, 8-9; Mrk 12:18-27.
“Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barang siapa percaya kepada-Ku, tak akan mati”
Bacaan-bacaan hari ini, hendak menceritakan kepada kita tentang pengharapan dan kepercayaan akan Allah yang ditunjukkan oleh Tobit dan Sara serta tanggapan Yesus Kristus terhadap pendapat orang-orang Saduki tentang tidak ada kebangkitan.
Dalam bacaan pertama, dikisahkan dengan baik bagaimana Tobit dan Sara tetap teguh dan percaya kepada kemuliaan Allah di saat mereka mengalami berbagai cobaan dan tantangan hidup. Dengan kerendahan hati dan kesadaran diri, mereka berdoa dan mohon ampun atas segala dosa yang mereka lakukan serta memohon agar mereka selalu diteguhkan. Dalam bacaan Injil, dikisahkan dengan jelas bagaimana Yesus menanggapi apa yang dikatakan oleh orang-orang Saduki tentang tidak ada kebangkitan. Dengan jelas Yesus mengatakan bahwa apa yang mereka katakan itu sungguh menyesatkan.
“Kalian sesat, justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab di masa kebangkitan orang mati, orang tidak kawin dan dikawinkan; mereka hidup seperti malaikat di surga. Mengenai kebangkitan orang mati, tidakkah kalian baca dalam kitab Musa yaitu dalam cerita tentang semak bernyala, bahwa Allah bersabda kepada Musa, Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Perkataan Yesus ini meluruskan apa yang dikatakan orang Saduki. Yesus menegaskan bahwa “Aku bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.” Penegasan ini meneguhkan iman kita kepada Allah.
Saudara terkasih, kepercayaan akan Allah, merupakan hal yang utama dan penting dalam kehidupan kita sebagai umat beriman. Lewat bacaan-bacaan hari ini, kita semua diajak untuk tetap teguh dalam iman dan kepercayaan akan Allah sumber segala kehidupan. Lewat perantaraan Putera-Nya, kita semua kembali diingatkan bahwa hanya pada-Nya kita dapat memperoleh keselamatan abadi.
Untuk memperoleh semuanya itu, kita semua diajak untuk hidup seturut apa yang dikehendaki dan difirmankan oleh Allah. Semua ini dapat diwujudkan lewat hidup saling mengasihi dan menghadirkan cinta kasih bagi sesama. Kita diajak untuk berani menghadapi segala tantangan dan ujian dalam hidup. Janganlah mudah menyerah dan putus asa dalam hidup. Ingatlah bahwa Allah selalu beserta kita. Untuk itu tetaplah teguh dan percaya dalam iman akan Allah. Karena di dalam Dia, kita semua akan diselamatkan.
(Fr. Robertus Batseran)
“Kepada-Mu ya Tuhan kuarahkan jiwaku” (Mzm 25).
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, teguhkanlah iman kami akan Dikau, agar kami dapat hidup seturut dengan kehendak-Mu yang tercermin dalam diri Putera-Mu Yesus Kristus. Amin.











