Hari Biasa (H)
2Kor.1:1-7; Mzm.34: 2-3 4-5 6-7, 8-9; Mat.5:1-12.
Kebahagiaan merupakan keinginan semua orang tanpa terkecuali. Tidak ada orang yang ingin merasakan penderitaan dalam hidupnya karena mereka tahu ada kebahagiaan yang bisa diperoleh. Kebahagiaan tiap orang pun berbeda-beda. Ada yang merasa bahagia karena memperoleh sesuatu dan ada yang merasa bahagia karena bisa terlepas dari sesuatu. Dalam bacaan hari ini, Yesus dan Paulus memberikan pemahaman yang benar terkait dengan kebahagiaan.
Ucapan bahagia Yesus benar-benar memberikan sukacita dan kebahagiaan. Ucapan bahagia Yesus ditujukan kepada semua orang tanpa terkecuali, yakni kita yang tidak bahagia karena miskin, menderita dan lain-lain dan bagi kita yang tidak berbahagia di tengah kekayaan duniawi.
Ucapan bahagia dari Yesus memberikan kita harapan akan kebahagiaan. Yesus sudah memberikan kebahagiaan untuk masa kini bagi kita yang miskin, menderita, dicela, dan dianiaya. Kita akan mendapat berkat dan kebahagiaan karena Yesus membebaskan kita dari hal-hal negatif tersebut. Yesus juga menjanjikan suatu berkat dan kebahagiaan bagi kita yang lemah lembut, murah hati, suci hati, dan yang membawa damai kepada orang lain. Kita dijanjikan kebahagiaan oleh Yesus ketika bisa memberikan hidup dan kepunyaan kita demi Tuhan dan sesama.
Paulus juga sering mewartakan kebahagiaan kepada pengikut Kristus yang menderita dan teraniaya. Paulus menyebut jika kita menderita demi Kristus, itu adalah berkat bukan kutuk. Paulus mengajak kita untuk rela menderita demi Kristus, karena di dalam Kristus kita menjadi kaya dalam segala hal. Kita akan memperoleh kebahagiaan dan kebahagiaan itu tidak dapat diambil oleh siapapun.
Jadi, kita harus mampu memurnikan hati dan pikiran kita, kita harus berbuat baik kepada sesama manusia, dan yang paling penting rela menderita demi nama Kristus. Dengan melakukan semua yang diperintahkan Yesus ini, maka kita akan memperoleh kebahagiaan, seperti yang kita inginkan menurut kehendak Yesus.
Tokoh perdamaian Mahatma Ghandi menyebut kalau dia menyukai Kristus dan ajaran-Nya, tetapi Ghandi tidak menyukai orang Kristen. Menurutnya kalau orang Kristen benar-benar hidup menurut ajaran Kristus, seperti dalam Kitab Suci, maka seluruh India akan menjadi Kristen. Sayangnya banyak orang Kristen melakukan hal yang sebaliknya.
Ini tentunya menjadi tantangan dan refleksi bagi kita. Apakah kita benar-benar sudah mengikuti perintah Yesus? Kebahagiaan sudah ada dan dijanjikan oleh Yesus. Jadi mengapa kita tidak hidup bahagia.
(Fr. Fidelis Kumarurung)
“Berbahagialah dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga…” (Mat. 5:12).
Marilah Berdoa:
Tuhan, semoga saya bisa memperoleh kebahagiaan di dunia maupun di surga nanti. Amin.











