“Urusilah Urusanmu!”: Renungan, Sabtu 22 Mei 2021

0
3015

Hari Biasa (H)

Kis. 28:16-20,30-31; Mzm. 11:4,5,7; Yoh. 21:20-25

Terdapat pelbagai macam kesibukan yang dihadapi oleh masing-masing orang dalam setiap aktivitas kehidupannya, entah yang berhubungan dengan keluarga ataupun pekerjaan. Dengan adanya kesibukan ini maka orang seringkali lupa akan keadaan di sekitar mereka. Tetapi, tidak jarang pula terdapat orang-orang yang hanya sibuk mengurusi urusan dari orang lain dan tidak memperhatikan urusannya sendiri. Oleh karena orang ini hanya sibuk dengan urusan orang lain, maka urusannya sendiri pun tidak dapat diselesaikan dengan baik dan hal itu pun merugikan bagi dirinya sendiri. Ketika seseorang mulai mengurusi urusan orang lain maka akan timbul dalam dirinya perasaan iri hati dan sikap membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan keadaan orang lain.

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus menegur Petrus ketika ia bertanya tentang nasib dari “murid yang dikasihi” Yesus. Yesus mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah urusan dari Petrus, melainkan urusan dari Yesus sendiri dan Petrus sendiri harus fokus pada urusannya sendiri. Dengan demikian, Yesus mau mengajak setiap orang untuk tidak ikut campur dalam urusan dari orang lain.

Hendaknya setiap orang mampu mengikuti teladan Yesus yang selalu fokus untuk melakukan kehendak Allah Bapa-Nya, yaitu untuk mewartakan Kerajaan Allah. Para murid pun harus fokus pada urusan mereka yaitu pada tugas perutusan mereka. Hal demikian dapat dilihat pula dari sikap Paulus dalam bacaan pertama. Walaupun ia tertimpa masalah dan penderitaan, Paulus tidak pernah menyerah untuk selalu fokus menjadi saksi Kristus dengan mencintai Allah dan melakukan kehendak-Nya dibawah pimpinan dan bimbingan Roh Kudus.

Oleh sebab kita pun sebagai pengikut Kristus, hendaknya selalu fokus pada urusan kita masing-masing. Memang baik ketika kita mau membantu orang lain dalam menyelesaikan urusan mereka, tetapi setidaknya kita juga harus selalu mengutamakan apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab kita masing-masing agar hal tersebut tidak menjadi beban bagi kita pada suatu saat nanti dan pada akhirnya hanya akan merugikan diri kita sendiri.

Dengan demikian, kita pun dapat menjadi sama seperti Yohanes yaitu menjadi “murid yang dikasihi” Yesus dengan tiada henti-hentinya menjadi saksi Kristus dan terus mengikuti Dia dalam setiap sisi kehidupan kita sehari-hari karena kasih Yesus berlaku bagi semua orang yang mau mengikuti Dia setulus hati.

(Fr. Ronald Pata)

“Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku” (Yoh. 21:22).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, arahkanlah jiwa dan raga kami untuk selalu mengikuti Engkau. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini