“Buah dari Kehidupan”: Renungan, Jumat 28 Mei 2021

0
2863

Hari Biasa (H)

Sir.44:1,9-13; Mzm.149:1-2,3-4,5-6a; Mrk.11:11-26

Petani sangat berharap bahwa panenan-nya bisa mendapatkan hasil yang baik. Seorang guru berharap agar muridnya dapat mengerti dan memahami apa yang diajarkannya. Jika yang kita harapkan tidak sesuai dan tidak sejalan dengan harapan kita, tentunya kita kecewa dan merasa tidak berhasil meski sudah melakukan yang terbaik sesuai kemampuan serta usaha kita.

Saudara/i yang dikasihi Tuhan, dalam bacaan Injil hari ini kita mendengar kisah mengenai pohon ara yang dikutuk oleh Yesus, karena tidak berbuah. Padahal pada saat itu memang bukan musim buah ara. Pasti muncul pertanyaan dalam benak pikir kita mengapa Yesus yang selalu mengajarkan cinta kasih, tiba-tiba mengutuk pohon ara padahal pohon itu tidak bersalah sebab bukan musim buah ara? Sebenarnya pohon ara tersebut merupakan lambang orang-orang Israel yang tidak setia kepada-Nya. Hal tersebut sangat jelas terlihat ketika Ia tiba di Yerusalem, di mana halaman Bait Allah dijadikan tempat jual-beli bahkan menjadikannya sebagai tempat sarang penyamun. Melihat hal itu Yesus sangat marah kepada orang yang berjualan di halaman Bait Allah bahkan Yesus sampai mengobrak-abrik meja dan jualan mereka karena mereka telah merusak kesucian Bait Allah sebab Bait Allah adalah tempat orang memuji dan memuliakan Allah serta tempat berdoa.

Saudara/i yang dikasihi Tuhan. Dalam kehidupan, kita sering berbuat salah dan dosa baik kepada Tuhan maupun kepada sesama. Terkadang kita melupakan ajaran Tuhan untuk berbuat baik sehingga kita tidak berbuah bahkan menjadi kering karena keinginan tubuh. Terkadang perbuatan kita dianggap baik oleh diri kita namun di mata orang lain perbuatan kita itu tidak baik dan benar. Perbuatan itu tidak baik tetapi karena keinginan tubuh/daging sehingga perbuatan tersebut dianggap benar oleh diri kita. Dalam kehidupan, kita tentunya tidak luput dari pertengkaran dengan orang yang berada di dekat kita, bahkan kita sampai memusuhi dan tidak memaafkannya. Bacaan pertama mengingatkan kita bahwa nama kita akan dikenang karena perbuatan kita yang baik. Bacaan Injil hari ini mengingatkan kepada kita semua bahwa Tuhan menginginkan buah-buah dari hidup kita. Namun terkadang kita sering menjadi seperti orang-orang di Yerusalem dan seperti pohon ara yang tidak menghasilkan buah. Maka dari itu, marilah kita selalu berbuat baik dari hal-hal kecil agar kita menghasilkan buah yang menyenangkan hati Tuhan sehingga kita selalu diberkati-Nya.

(Fr. Fernando Runtu)

“Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di Sorga juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Mrk.11:26).

Marilah berdoa: Tuhan, tuntunlah aku agar aku menghasilkan buah yang berkenan kepada-Mu dan kepada sesama. Amin

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini