“Berikanlah Sesuai Porsi”: Renungan, Selasa 1 Juni 2021

0
1559

Pw. St. Yustinus, Mrt. (M)

Tob. 2:9-14; Mzm.112:1-2.7bc-8.9; Mrk.12:13-17.

Gereja universal pada hari ini memperingati santo Yustinus martir. Santo Yustinus adalah seorang pemberani dalam membela iman di hadapan orang-orang yang tidak mengenal Kristus. Semangat membela iman menuntunnya untuk menjadi seorang martir Kristus. Kemartiran Yustinus merupakan semangat pemberian diri secara total kepada Kristus. Inilah amanat perutusan untuk semua orang yang percaya kepada Kristus. Dengan memberikan diri kepada Tuhan, Yustinus telah diselamatkan dan mendapat mahkota mulia keselamatan di dalam Kristus.

Bacaan-bacaan pada hari memberikan satu tema besar kepada kita yakni pemberian. Bacaan pertama mengisahkan tentang Tobit. Ia mengalami penyakit yang sangat parah. Tobit sempat kehilangan imannya akan Tuhan karena sakit yang diderita. Sang istri telah bekerja demi kebutuhan harian untuk menghidupi keluarga Tobit. Dalam situasi itu Tobit mengalami frustasi, namun ia dengan harapan teguh mempercayakan segala keadaannya tersebut kepada Tuhan. Ia memberikan dirinya kepada Tuhan agar disembuhkan dari penyakitnya. Inilah bentuk pemberian harapan dari Tobit kepada Tuhan,  dengan harapan bahwa Tuhan dapat menyembuhkan penyakit yang ia derita.

Tema tentang pemberian juga ditampilkan dalam bacaan injil. Dalam bacaan injil, orang-orang hendak mencobai Yesus, tentang membayar pajak. Ada dua jenis pajak yang berlaku saat itu. Pajak pertama untuk kerajaan Romawi yang sedang menjajah Israel, dan pajak kedua untuk Bait Allah. Situasi sosial ini membuat orang Israel merasakan beban besar sehingga mereka menginginkan kebebasan.  Dalam situasi seperti ini, Yesus dipandang sebagai penyelamat sehingga mereka memberikan pertanyaan menjebak ini.  Jika Yesus memilih pajak ke Kaisar, Ia dianggap penjilat dan penjajah. Demikian juga jika Yesus memilih pajak ke Bait Allah, Ia akan dipandang sebagai pemberontak terhadap Kerajaan Romawi. Menghadapi ini Yesus menjawab dengan jenius. Ia meminjam sebuah koin dan mulai bertanya “gambar dan tulisan siapakah ini”? Kemudian mereka menjawab “kaisar”!. Ia lalu melanjutkan: “Berikan kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah”.  Jawaban ini sekaligus membungkam orang-orang yang berusaha menjebak Yesus.

Dari bacaan-bacaan ini, pesan yang hendak kita ambil ialah: dalam menjalani hidup sehari-hari, kita hendaknya mampu memberikan sesuatu sesuai porsi. Kita diharapkan mampu dengan jeli memberikan apa yang menjadi hak Allah; ungkapan syukur, meditasi mandiri, Misa Kudus, Rosario, mati raga dan seterusnya serta pemberian kepada mereka yang di sekitar kita; suami, istri, anak, tetangga, kelompok kategorial, serta masyarakat. Apa yang kita berikan? Hendaknya kita memberikan cinta yang tercermin dalam sikap lahir dan batin kita.

(Fr. Moses Sunlety)

“Berikan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah, dan kepada Kaisar apa yang menjadi hak kaisar” (Mrk. 12:17).

Marilah Berdoa :

Tuhan pengharapanku, mampukan kami untuk menjadi orang yang berguna untuk-Mu dan sesama. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini