Hari Senin dalam Oktaf Paskah (P)
Kis. 2: 14, 22-32; Mzm. 16: 1-2a, 5, 7-8, 9-10, 11; Mat. 28: 8-15.
Mempercayai sesuatu yang di luar nalar atau sesuatu yang di luar akal sehat manusia merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Manusia yang merupakan citra Allah, merupakan ciptaan spesial yang dikaruniai kemampuan untuk berpikir dengan akal budi. Oleh karena itu berhadapan dengan realita hidup, manusia selalu memutar otak untuk berusaha menemukan kebenaran.
Tuhan telah bangkit. Percayakah kita? Kebangkitan badan dari antara orang mati merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima oleh akal sehat. Penolakan terhadap kebangkitan secara tidak langsung, pertama kali diperlihatkan oleh perempuan-perempuan yang mengunjungi makan Yesus di pagi hari.
Dalam Injil dikisahkan, ketika Maria Magdalena dan Maria yang lain tiba di kubur di pagi hari, mereka ketakutan melihat sosok malaikat yang turun dari surga dan menggulingkan batu penutup kubur Yesus. Sebagai manusia dengan akal sehat, mereka sulit menerima kenyataan tersebut, akhirnya mereka menjadi takut dan bingung. Akan tetapi apa yang terjadi selanjutnya?
Mereka kemudian mengikuti apa yang diperintahkan malaikat yakni pergi ke Galilea dan mewartakan kebangkitan Tuhan di sana. Imanlah yang menguatkan perempuan-perempuan tersebut. Karena iman yang kuat mereka mampu melangkahkan kaki ke Galilea dan dengan semangat menjadi saksi kebangkitan Tuhan.
Dalam hidup orang beriman seringkali mengabaikan iman dan selalu menggunakan logika berpikir dalam menghadapi permasalahan. Pada akhirnya ketika menghadapi masalah hidup, manusia berpikir bahwa Tuhan selalu diam dalam kesunyian. Memang benar bahwa kita telah mengalami kematian Tuhan.
Akan tetapi kematian-Nya mau menunjukkan bahwa Ia menang dari maut dan naik ke surga. Kebangkitan Tuhan memperlihatkan bahwa Tuhan selalu hadir dalam hidup kita manusia. Apapun kesulitan yang kita hadapi percayalah bahwa Tuhan akan turut membangkitkan kita dari keterpurukan hidup.
Mari menjadi seperti Petrus dan para murid, yang dengan iman yang kuat berani percaya bahwa Yesus benar-benar telah bangkit. Mereka memberikan seluruh hidup untuk mewartakan Yesus yang telah bangkit. Mereka memberikan teladan bagi kita semua untuk hidup dalam iman akan kebangkitan. Marilah bangkit atas keberdosaan dan hidup dalam semangat kebangkitan.
Fr. Delviano Kapele
“Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati” (Lukas 1:38).
Marilah berdoa :
Ya Bapa, kuatkanlah aku supaya mampu menjadi saksi kebangkitanMu sepanjang hidupku. Amin.











