“Keselamatan yang Ditawarkan”: Renungan, Selasa 6 April 2021

0
1948

Hari Selasa dalam Oktaf Paskah (P) 

Kis 2:36-41; Mzm 33:4-5,18-19,20,22; Yoh 20:11-18

Dalam oktaf Paskah kebangkitan Kristus menjadi tema sentral liturgi Gereja. Paskah menjadi kesempatan baik bagi seluruh umat beriman untuk bermenung dan berefleksi. Kebangkitan Kristus menjadi peristiwa iman yang besar dan harus dimaknai secara mendalam bagi seluruh umat beriman. Oleh karena kebangkitan Kristus, manusia diselamatkan dari belenggu dosa. Dengan demikian, kebangkitan Kristus menjadi sebuah pengharapan bagi masa depan umat manusia agar manusia selalu diberi jaminan keselamatan dari Allah agar terlepas dari belenggu dosa.

Bacaan-bacaan hari ini memperlihatkan dengan jelas tawaran keselamatan oleh Allah bagi umat manusia. Yesus dilantik menjadi Tuhan dan Kristus, sebagai Putera Allah yang terurapi untuk menghantar manusia kepada keselamatan. Akan tetapi Ia di salibkan oleh kaum-Nya sendiri, bangsa Israel (Kis. 2:36).

Tawaran keselamatan itu senantiasa diberi, namun seringkali manusia dengan lemah menutup mata untuk menyaksikan karya keselamatan. Sikap kelemahan manusia demikian, ditunjukkan oleh Maria Magdalena dalam bacaan Injil hari ini. Maria yang seluruh hidupnya telah berziarah bersama Yesus, dan serentak pula menjadi penyaksi secara langsung penampakan Tuhan Yesus yang bangkit, akan tetapi tidak mengenal-Nya (Yoh. 20:14).

Peristiwa perjalanan hidup setiap pribadi manusia terkadang menjadi gambaran rekayasa cara hidup umat Israel yang menyalibkan Yesus, serta peran Maria Magdalena yang tidak mengenal Yesus secara mendalam. Manusia kadang tidak mengenal secara benar Yesus Kristus; Siapakah Dia? Sehingga tak banyak dijumpai orang yang berujung pada sikap penyangkalan terhadap diri Yesus karena kurangnya mengenal pribadi Yesus secara benar.

Kebangkitan Yesus mengambarkan pemenuhan janji Allah dengan memberikan penawaran rahmat keselamatan bagi manusia, yang terwujud nyata oleh kesengsaraan Anak-Nya, Yesus Kristus sendiri.

Peristiwa Paskah menjadi masa yang baik bagi kita untuk lebih mengenal Yesus yang dengan rela memberikan nyawa-Nya demi keselamatan kita umat manusia. Seharusnya manusia sadar bahwa Yesus yang bangkit menjadi harapan baru bagi manusia dengan menerimakan jaminan rahmat keselamatan dari kuasa maut.

Oleh sebab itu, bukannya bermalas diri dengan menutup mata hati untuk mengenal Allah dan tak mengetahui tawaran keselamatan, melainkan selalu membuka mata hati untuk menyaksikan dan menjadi saksi karya keselamatan yang Tuhan berikan bagi kita serta mengenalnya lebih dalam.

Fr. Januarius Heatubun

Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru” (Yoh 20:16)

Marilah berdoa:

Ya Bapa, mampukanlah kami menjadi saksi kebangkitan Putera-Mu bagi sesama. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini