“Harapan dan Cinta Kasih” Renungan Sabtu, 3 April 2021

0
2765

HARI SABTU SUCI (P)

Yeh. 36:16-17a,18-28; Mzm. 42:3,5bcd; 43:3,4Yes. 12:2-3,4bcd,5-6 Mzm. 51:12-13,14-15,18-19; Rm. 6:3-11; Mzm. 118:1-2,16ab-17,22-23; Mrk. 16:1-7. 

Di zaman bangsa ini berada dalam kekelaman atau kegelapan, seorang tokoh hadir untuk membawa cahaya terang khususnya bagi kaum perempuan. Tokoh ini adalah R. A. Kartini. “Habis Gelap Terbit Terang” adalah keyakinan yang ia tanamkan bagi bangsa ini terlebih bagi kaumnya. Oleh karena itu, semangat untuk  mencapai terang itu terus diperjuangkan.

Sejak Allah menciptakan dunia, manusia telah menempati tempat sebagai ciptaan yang paling istimewa dihadapan-Nya dan dikasihi-Nya. Allah menciptakan manusia dengan begitu baik, karena itu manusia lebih dari pada semua ciptaan yang telah Ia ciptakan. Kasih dan setia Allah kepada manusia selalu nyata dalam seluruh perjalanan hidup manusia. Kasih dan setia-Nya bagi bangsa Israel sangat nyata ketika Ia membebaskan Israel dari perbudakan yang berada di Mesir.

Perjalanan melewati padang gurun hingga tanah terjanji adalah suatu proses ujian akan kesetiaan pada harapan yang telah Allah berikan. Siapa yang tetap setia dan bertahan pada pengharapan akan keselamatan dari Allah, dialah yang akan memasuki tanah terjanji.

Harapan adalah suatu daya yang menjadi semangat hidup dan karena itu dapat menjadi ciri manusia terlebih manusia beriman Kristiani.  Malam paskah ini adalah malam puncak akan pengharapan itu. Sengsara dan wafat Yesus Kristus di atas bukit Golgota bukanlah akhir, melainkan  harapan akan kejayaan dan keselamatan. Oleh karena itu, malam Paskah adalah malam yang penuh berkah.

Malam ini adalah malam di mana sebuah cahaya memancar untuk menyinari kegelapan yang telah lama menyelimuti umat manusia. Yesus yang telah mati dan bangkit memberikan makna akan iman kita yang sesungguhnya.

Kebangkitan Kristus ini menjadi tanda bahwa Ia telah berhasil mengalahkan kuasa maut. Kebangkitan adalah pembebasan. Kebangkitan Kristus adalah jalan masuk dalam kemuliaan Allah. Di dalam Kristus yang bangkit, masa depan orang-orang yang percaya mendapat jaminannya.

Bagaimana sikap hidup kita untuk menanggapi peristiwa kebangkitan Kristus ini? Sikap hidup Yang harus kita tunjukkan tidak lain adalah pertobatan dan perubahan hidup  menjadi serupa dengan Kristus. Sebagai orang beriman, dengan kebangkitan Kristus ini kita harusnya bangkit dari kebencian menjadi cinta kasih dan cinta diri menjadi rela berkorban.

Fr. Suptianus Doliti

Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku (Ibr. 4: 1)

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus Kristus, semoga kebangkitan-Mu membawa semangat iman dan cinta kasih akan sesama yang subur. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini