“Sikap Pertobatan”: Renungan, Sabtu 6 Maret 2021

0
1598

Hari Biasa Pekan II Prapaskah (U)

Mi. 7:14-15,18-20; Mzm. 103:1-2,3-4,9-10,11-12; Luk. 15:1-3,11-32.

Bacaan Injil kali ini menceritakan perumpamaan tentang anak yang hilang. Perumpamaan ini identik dengan bentuk pertobatan sejati. Kita memang tidak dapat lepas dari dosa yang membuat kita itu selalu berhadapan dengan segala kesulitan yang berada dalam dunia ini. Karena itu manusia harus memerlukan sikap tobat agar dapat kembali kepada Tuhan dengan segala kebaikan yang telah Tuhan sediakan untuk kita.

Saudara terkasih, kisah perumpamaan anak yang hilang  memberikan penjelasan perjalanan hidup kita yang seperti anak bungsu. Kita awalnya dekat dan bersatu dengan Bapa yang memberikan segala kebaikan kepada kita. Tetapi, terkadang kita lupa bersyukur dengan apa yang telah kita terima dari Tuhan dan pergi menjauh dari Tuhan atau Bapa kita. Inilah yang disebut dosa, di mana kita menjauhkan diri Tuhan sebagai sumber yang menuntun kita pada kebaikan.

Kejatuhan kita dalam dosa atau menjauhkan diri dari Tuhan memang sering kita lakukan. Tetapi dalam bacaan Injil ini kita diajak seperti si bungsu. Dia tidak tinggal diam dalam dosanya tetapi dia mau menyesali segala dosanya dan bangkit pergi kepada Bapa untuk meminta pengampunan. Karena itu kita pun harus memiliki kemauan untuk menyesali segala perbuatan dosa kita, yang membuat kita jauh dari Tuhan.

Bacaan Injil itu juga menunjukkan kebaikan dan belas kasih dari Bapa. Dia selalu menantikan dan mencari anak-Nya yang telah pergi jauh dan mau menerima orang yang dengan kerendahan hatinya, menyesali dosanya serta mau pergi menghadap Dia untuk meminta pengampunan atas segala dosanya. Inilah sikap Bapa atau Tuhan kita yang selalu terbuka dan Maharahim untuk orang yang mau kembali dari dosa untuk bersatu dengan Dia.

Saudara-saudara yang terkasih, Tuhan itu sangat berbelaskasih. Dia selalu menerima pertobatan dari umat-Nya yang berdosa asalkan kita sebagai umat menunjukkan sikap penyesalan atas dosa kita dan mau bangkit untuk melawan dosa dan pergi bertemu dengan Tuhan. Karena itu, terutama dalam masa Prapaskah ini, marilah kita tunjukkan rasa penyesalan akan dosa kita, bangkit dari dosa kita dan pergi bertemu dan bersatu lagi dengan Tuhan terutama dalam tindakan kita sehari-hari dan juga dalam sakramen tobat. Ingatlah Tuhan akan menerima kita dengan suka cita yang besar karena pertobatan kita tersebut.

(Fr. Alfianus Dianomo)

Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali” (Luk. 15:24)

Marilah berdoa:

Tuhan, berikanlah kami kekuatan agar kami mau dan berani menyesali dosa kami dan mau bertobat dari segala dosa kami. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini