HARI SELASA DALAM PEKAN SUCI (U).
Yes. 4: 9:1-6; Mzm. 71: 1-2, 3-4a, 5-6ab, 15, 17; Yoh. 13: 21-33, 36-38
Kelahiran seringkali mendatangkan kebahagiaan dan sukacita di dalam sebuah keluarga. Kelahiran itu, terjadi karena adanya bimbingan khusus dari Allah kepada setiap umat manusia. Ia tidak ingin agar manusia hidup berdasarkan kemauannya sendiri dan tidak sesuai dengan kehendak Allah. Sebab itu, Ia yang bertindak dan membentuk manusia sejak berada dalam kandungan seorang ibu. Ketika manusia terlahir ke dalam dunia melalui seorang wanita, Allah sudah menyiapkan dan akan memberikan jaminan kepada setiap manusia. Jaminan itu tidak lain adalah kebahagiaan yang akan dirasakan oleh setiap manusia.
Dalam bacaan Injil, secara khusus Injil Yohanes, Yesus tampil dengan gagah berani dengan memperingatkan Yudas Iskariot dan Petrus. Yudas Iskariot dan Petrus dikenal sebagai murid Yesus dalam kedua belas para Rasul. Selain itu, Yudas Iskariot juga dikenal sebagai orang yang akan menyerahkan Yesus ke dalam tangan orang jahat. Sedangkan, Petrus dikenal sebagai salah seorang yang akan menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Yesus sangat mengetahui bahwa hal itu akan terjadi pada diri-Nya. Walaupun demikian, Yesus tetap memperingatkan kedua murid-Nya. Sebab, Yesus telah hidup bersama mereka dan mereka telah menikmati kebahagiaan bersama Yesus. Akan tetapi, mereka salah mempergunakan kebahagiaan tersebut.
Dalam zaman ini, setiap orang dipanggil untuk menjalani hidup secara masing-masing maupun hidup secara berkelompok-kelompok. Tentunya, setiap panggilan yang diberikan oleh Allah pasti berbeda-beda. Walaupun berbeda-beda, namun semuanya sudah diberikan dengan sebaik-baiknya oleh Allah demi kebahagiaan manusia. Kebahagiaan tersebut, seringkali salah digunakan oleh manusia, sehingga manusia jatuh dalam tindakan yang sama seperti kedua murid Yesus, yakni Yudas Iskariot dan Petrus. Walaupun demikian, Allah masih memberikan kesempatan dengan cara memperingatkan manusia melalui sesama manusia. Tujuannya untuk bisa berubah menjadi manusia yang baik di mata Allah, sehingga pada suatu kelak nanti, manusia bisa mendapatkan jaminan kebahagiaan bersama para kudus di surga.
Sudah sepatutnya setiap manusia harus hidup secara baik dan benar di hadapan Allah. Caranya ialah rajin beribadah, melakukan kebaktian lainnya dan menyalurkan cinta kasih kepada sesama. Atas cara inilah, setiap manusia merasa bahagia, karena diperhatikan. Sebab itu, Allah akan membalas kepada kita, dengan memberikan jaminan kebahagiaan kepada setiap manusia. Apabila demikian, manusia tidak hidup sebagaimana yang ditunjukkan oleh Yudas Iskariot dan Petrus.
(Fr. Liberatus Lamere)
“Aku berkata kepadamu sesungguhnya seseorang di antara kamu akan menyerahkan aku” (Yoh. 13:21).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga kami dapat hidup sesuai kehendak-Mu. Amin.











