Hari Rabu Dalam Pekan Suci (U)
Yes. 50:4-9a; Mzm. 69:8-10,21bcd-22,31,33-34; Mat. 26:14-2
Ketaatan merupakan salah satu sikap dasar yang dimiliki oleh manusia. Ketaatan akan tercipta dalam diri manusia jika ia memiliki sikap percaya akan sesuatu yang baik bagi hidupnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan orang selalu dan sering merasa jenuh bahkan jengkel ketika mendengar sesuatu hal yang berkaitan degan ketaatan. Karena mereka sudah mengetahui bahwa ketaatan itu adalah suatu yang berkaitan dengan peraturan-peraturan, larangan-larangan sehingga membatasi orang untuk tidak boleh melakukan dan mewujudkan keinginan mereka secara sewenang-wenang. Artinya bahwa ketaatan ini menuntut orang tidak melakukan sesuatu yang dilarang karena jika adanya pelanggaran maka ada pula hukuman dan sanksinya. Pemikiran sempit yang muncul dalam benak orang inilah yang membuat sehingga mereka merasa bahwa ketaatan itu sebenarnya bukan sesuatu hal yang penting dalam kehidupan.
Melalui bacaan-bacaan yang kita dengarkan itu hendak menegaskan kepada kita tentang arti dan makna serta tujuan sesungguhnya dari ketaatan. Dalam bacaan pertama Nabi Yesaya menegaskan mengenai ketaatan dalam diri seorang hamba Tuhan. Dikatakan bahwa sebagai hamba Tuhan kita harus memiliki sikap taat akan segala perintah, rela berkorban bahkan mengorbankan diri kita untuk mempertahankan ketaatan kita pada Tuhan karena Ia akan selalu menyertai kita.
Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan tentang lawan dari ketaatan yakni pengkhianatan. Pengkhianatan yang dilakukan oleh Yudas Iskariot terhadap Yesus dengan menjual-Nya kepada orang-orang Farisi. Namun penghianataan yang dilakukan Yudas ini sangatlah rendah dan membuat nilai manusia hanya dihargai 30 keping perak. Yesus sebenarnya sudah tahu dari awal bahwa Yudas akan menghianati dan menjual-Nya namun Yesus membiarkan agar Yudas sadar akan perbuatan yang akan dia lakukan. Namun pada akhirnya ia tidak sadar dan malakukan hal tersebut.
Sangat jelas bahwa dalam bacaan-bacaan ini Yesus mau menegaskan bahwa menjadi hamba-Nya yang taat adalah bukan hal yang muda. Karena hamba yang taat itu haruslah memiliki sikap percaya yang besar terhadap apa yang diajarkan dan dilakukan Yesus sehingga ia dapat menjadi murid yang bijaksana. Dengan demikian, apa yang hendak diajarkan kepada kita? Apa yang mesti dilakukan sebagai seorang yang dipanggil sebagai pewarta sabda Tuhan? Pertama, walau dalam keadaan sulit tetap harus berusaha menjalankannya dengan penuh kesetiaan. Kedua, terkadang kita berada dalam dua pilihan saat berhadapan dengan tantangan hidup. Dalam keadaan seperti ini, teruslah memilih Tuhan dan percayalah bahwa Dia akan selalu menolong apapun yang terjadi.
(Fr. Richels Bavo Markindo)
“Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin” (Mzm. 69: 34a).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga aku selalu taat pada perintah-Mu. Amin.











