Hari biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Yes. 49:8-15; Mzm. 145:8-9,13cd-14,17-18; Yoh. 5:17-30
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali mendengar, menjumpai, bahkan mengalami secara langsung suatu tindakan kasih dari seseorang entah dari orang tua, saudara, maupun siapa saja. Misalnya saja tindakan seorang ibu yang menuntun, mengajar, mendidik, bahkan memperhatikan anaknya sejak dari rahimnya hingga bertumbuh dan berkembang menjadi seseorang yang dewasa. Segala suka-duka dialami seorang ibu tanpa memikirkan diri dan hidupnya, ia rela mengorbankan apa yang ada pada dirinya demi kebutuhan dan kesejahteraan anaknya. Tanpa kita sadari pengorbanan itu telah membawa kita pada sebuah kesempurnaan hidup yang berarti.
Pada bacaan pertama telah ditunjukkan kuasa Allah kepada Sion untuk membentuk dan membangunkan bumi kembali dari segala keterpurukkan dunia dengan cara-Nya sendiri. Seperti mereka yang masih berada dalam kegelapan dihantarkan-Nya pada sebuah cahaya ilahi, atau dalam situasi kesulitan dihantarkan pada sebuah kepenuhan, dan dalam kesakitan dihantarkan pada sebuah ketenangan batin. Hal ini sesungguhnya menunjukkan betapa besar dan mulia kasih Bapa kepada anak-Nya.
Dalam bacaan Injil juga dikisahkan tentang Yesus yang bertindak atas nama anak oleh kuasa Bapa sehingga segala sesuatu yang dilakukan seorang anak sesuai dengan kehendak Bapa. Bacaan-bacaan ini hendak mengingatkan kita akan satu hal penting yakni kesadaran kita sebagai anak. Seperti dalam Injil Yoh. 5: 30 ditegaskan, ”Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang telah mengutus Aku”. Hal ini sesungguhnya mengajarkan kita untuk terus membuka diri dan bertindak sesuai kasih yang diajarkan oleh Bapa untuk kita.
Dari semua itu kita sekalian diajak untuk terus menyadari dan membenahi diri kita, memperbanyak kasih, dan bertindak sesuai, baik untuk diri kita sendiri maupun kepada orang lain, sebab sesungguhnya kasih Allah itu tak kunjung henti bagi mereka yang tahu dan mau untuk menerima dan membagikan kasih Allah itu sendiri kepada semua orang.
(Fr. Ubaldus Melsasail)
“Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya” Mzm. 145: 8).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga kami menyadari kasih Allah dalam diri kami. Amin











