Hari Senin dalam Pekan Suci (U).
Yes. 42:1-7; Mzm. 27:1,2,3,13-14; Yoh. 12:1-11
Dalam menjalani hidup tak jarang kita mengeluh karena takut dan merasa tak bisa melakukan sesuatu. Padahal sebagai ciptaan yang mulia kita telah mendapat anugerah dari Allah untuk senantiasa dilindungi. Dalam Kitab Yesaya telah diungkapkan bahwa Allah memberikan jaminan keselamatan kepada umat pilihan-Nya. Allah telah memilih hamba-Nya, memberikan Roh-Nya dan memanggil untuk maksud penyelamatan (Yes. 42:1.6). Allah melibatkan umat-Nya untuk ikut ambil bagian dalam karya penyelamatan.
Kasih karunia Allah sering kali tidak disadari, karena kita sendiri memilih jalan untuk tidak merasakannya. Menyibukkan diri dengan berbagai hal duniawi, membuat kita tidak bisa merasakan kehadiran Allah. Kadang kala, ketika gagal atau apa yang diharapkan tidak tercapai, kita menyalahkan diri sendiri dan bahkan mempersalahkan Allah. “Kalau Allah ada, pasti yang saya inginkan dikabulkan”. Padahal sejatinya Allah senantiasa bersama dengan kita, tetapi kita sendiri yang tidak menyadari dan tidak mau menyerahkan pergumulan kita kepada-Nya.
Dalam Injil dikisahkan bahwa Maria telah meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya dan meyekanya dengan rambutnya sendiri. Maria menyadari akan pentingnya perjumpaan dengan Yesus dan menggunakan kesempatan itu dengan baik. Pengorbanan dan pengabdian menggambarkan totalitas iman Maria sebagai orang percaya. Tindakan Maria sebenarnya mau mengkritik murid Yesus yang hanya memandang hal-hal duniawi. Tindakan Maria pun mengajarkan kita untuk tidak terikat dengan hal-hal duniawi, melainkan mencari hal-hal surgawi yang membawa kita pada kehidupan kekal.
Belajar dari iman Maria, kita pun sebenarnya diajak untuk melihat ke dalam diri, apakah ada kemauan untuk menerima kehadiran Yesus dalam hidup kita? Apakah kita berani mengorbankan hal berharga yang kita miliki untuk Tuhan? Memang posisi kita tidak seperti Maria yang dapat melihat dan melayani Yesus secara langsung, tetapi pengorbanan bagi Yesus tetap dapat kita lakukan.
Bila kita percaya akan Kristus, kita dapat mensyukuri kehidupan sehari-hari sebagai anugerah yang Tuhan percayakan. Kita pun dapat mengembangkan dan menggunakan talenta yang dimiliki untuk mewartakan Kerajaan Allah. Kita semua memiliki porsi yang berbeda-beda, dan dengan cara berbeda pula kita saling melengkapi satu sama lain untuk berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah.
(Fr. Albertus Solang)
“Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya” (Yoh.12:3a).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, terima kasih atas kehidupan dan talenta yang Engkau berikan kepada kami. Tuntunlah kami untuk senantiasa menjadi pribadi yang rela mengabdikan diri dalam mewartakan Kerajaan Allah. Amin.











