“Allah yang Benar”: Renungan, Minggu 7 Maret 2021

0
3023

HARI MINGGU PRAPASKAH III (U)

Kel. 20:1 – 17 (Kel. 20:1-3, 7-9, 12-17); Mzm. 19:8,9,10,11; 1Kor. 1:22-25; Yoh. 2:13-25.

Salah satu pokok yang menjadi perbincangan populer dewasa ini di Negara Indonesia yakni mengenai penyebaran berita bohong atau hoax. Berita bohong menjadi sesuatu yang meresahkan kehidupan bersama dan dapat berdampak pada rusaknya tatanan kehidupan bersama dalam masyarakat, misalnya dengan terjadinya kerusuhan, demonstrasi anarkis yang tak berdasar, salah tangkap, salah hukum. Dengan kegelisahan yang muncul dari banyak orang ini tersirat keinginan untuk selalu mendapatkan kebenaran yang akan membawa kepada ketenangan, kepastian dan kelegaan dalam hidup.

Hari ini Gereja memasuki Pekan Prapaskah yang ketiga. Melalui bacaan-bacaan Kitab Suci hari  ini, orang beriman diajak untuk merenungkan satu tema penting yakni Allah Yang Benar. Dalam bacaan pertama dengan jelas ditulis mengenai kesepuluh firman. Kitab Keluaran, yang mengisahkan keluarnya Bangsa Israel dari Mesir, juga serta merta mengisahkan perjalanan terbentuknya iman mereka akan Tuhan. Dalam perjalanan pembentukan iman itu, Allah mewartakan diri-Nya melalui Nabi Musa, yang mendampingi Bangsa Israel. Salah satu bentuk pewartaan diri Allah yakni dengan mewahyukan kesepuluh firman yang ditulis-Nya sendiri pada dua loh batu. Melalui kesepuluh firman ini, Allah menyatakan siapa diri-Nya agar Nabi Musa dan Bangsa Israel dapat mengenal Allah yang benar.

Hal yang sama juga diangkat oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus. Paulus menuliskan pewartaan tentang Kristus yang tersalib. Peristiwa salib yang bagi orang Yahudi merupakan batu sandungan dan bagi orang Yunani merupakan kebodohan, hendaknya dipandang sebagai kekuatan Allah oleh setiap orang yang terpanggil. Paulus juga menambahkan bahwa yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia, dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia. Ini merupakan sebuah jawaban atas “Siapakah Allah itu” atau “Allah yang benar itu yang bagaimana”.

Akhirnya, puncak pewartaan tentang Allah yang benar tampak dalam kisah Injil hari ini. Melalui tindakan-Nya menyucikan Bait Allah, Yesus memaklumkan diri-Nya sebagai Bait Allah itu sendiri. Kepada orang-orang Yahudi yang menantang-Nya, Yesus hendak memberi tanda dengan mengatakan bahwa akan membangun Bait Allah dalam waktu tiga hari. Perkataan Yesus ini menjadi sebuah pewartaan tentang peristiwa penebusan, yakni sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Yesus mewartakan kebenaran tentang Allah.

Momen Pekan Prapaskah ketiga ini menjadi kesempatan bagi semua orang beriman untuk belajar mengenai kebenaran tentang Allah, dan kebenaran inilah yang pantas diimani dalam hidup setiap hari.

(Fr. Ovan Adikila)

“Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali” (Yoh. 2:19).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bimbinglah kami untuk semakin mengenal-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini