Pw. S. Skolastika, Prw (P)
Kej.2:4b-9, 15-17; Mzm.104:1-2a, 27-28, 29b-30; Mrk.7:14-23
Makan adalah salah satu kegiatan yang sangat penting dalam hidup manusia. Bahkan, makan adalah salah satu syarat bagi manusia untuk dapat bertahan hidup, bertumbuh dan berkembang.
Dalam hidup, kita pasti pernah bertanya dari mana makanan-makanan ini berasal. Kita mungkin beranggapan bahwa makanan adalah hasil dari usaha sendiri. Dengan bekerja orang pasti mendapatkan makanan. Namun, kita perlu sadar bahwa makanan itu adalah pemberian Tuhan. Bacaan dari kitab Kejadian menunjukkan bagaimana Allah memberikan buah-buahan di taman Eden menjadi makanan manusia pertama yang diciptakan-Nya.
Mungkin kita beranggapan bahwa pada saat itu manusia baru diciptakan, sehingga ia belum bisa mencari makanan sendiri. Namun, kita perlu melihat juga bahwa semua ini adalah berkat kemurahan hati Allah. Ia dengan cuma-cuma memberikan manusia makan dari buah pohon-pohon yang diciptakannya. Peristiwa itu menghantar kita juga untuk sadar bahwa sesungguhnya sudah sejak awal mula Allah memberikan manusia makanan. Setiap tumbuhan dan hewan-hewan yang menjadi makanan manusia adalah juga pemberian Tuhan. Pemazmur sendiri mengatakan: “Semuanya menantikan Engkau, supaya diberi makanan pada waktunya” (Mzm.104:27). Allah telah memberikan makanan kepada manusia. Manusia hanya perlu berusaha untuk mengumpulkan makanannya.
Melihat besarnya belas kasih Allah kepada kita manusia, kita tentu perlu berpikir apa yang dapat kita berikan sebagai balas jasa kepada Allah?
Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus mengatakan bahwa yang masuk kedalam seseorang tidak menajiskannya. Tetapi apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya. Karena apa yang masuk hanya masuk ke perut dan dibuang di jamban. Sedangkan apa yang keluar, itu berasal dari hati seseorang. Yesus pun menegaskan: Semua yang jahat timbul dari dalam dan menajiskan orang.
Sebagai wujud terima kasih kepada Allah atas kemurahan hati-Nya kita diajak untuk memiliki hati yang baik. Dari hati yang baik itu kita dapat mengeluarkan segala kebaikan juga. Allah menghendaki supaya segala yang kita lakukan adalah hal yang baik. Karena itu, kita perlu mendekatkan diri kepada-Nya dan beriman secara lebih dalam lagi akan Dia. Supaya sama seperti Santa Skolastika yang kita peringati hari ini, kita bisa menjadi orang yang tumbuh dalam kekudusan, dan dalam segala tindakan, kita memuji dan memuliakan Tuhan selalu.
(Fr. Gabriel Billy Runtu)
“Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya” (Mrk.7:15).
Marilah berdoa:
Bapa, berkati aku, supaya dalam segala tindakanku aku juga melakukan segala kebaikan yang Kau kehendaki. Amin.











