“Kesaksian”: Renungan, Kamis 4 Februari 2021

0
1694

Hari Biasa (H)

Ibr. 12:18-19,21-24; Mzm. 48:2-3a,3b-4,9,10,11; Mrk. 6:7-13

Bacaan Injil hari ini mengisahkan bahwa Yesus memanggil keduabelas murid-Nya dan mengutus mereka pergi berdua-dua. Pasti kita bertanya mengapa mereka pergi berdua-dua? Karena Yesus merasa bahwa para murid harus memberi kesaksian yang benar bahwa Ia sungguh-sungguh Utusan Bapa untuk menyelamatkan manusia. Jadi tidak hanya satu orang yang memberi kesaksian. Di samping itu pekerjaan mewartakan Injil dan menghadirkan Kerajaan Allah dilakukan secara bersama-sama sebagai satu tim atau komunitas. Selain itu, dengan pergi berdua-dua, setiap pribadi akan saling mendukung karena apa yang mereka lakukan bukan atas nama diri sendiri. Mereka disadarkan bahwa segala sesuatu yang mereka kerjakan adalah pekerjaan Tuhan.

Namun, Yesus tidak hanya memanggil dan mengutus para murid-Nya. Ia juga memberi kuasa supaya mereka bertindak atas nama-Nya. Kuasa dalam hal apa? Mereka berkuasa atas roh-roh jahat. Mereka akan mengusir banyak setan, mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. Jadi, di sini Tuhan memberi kuasa kepada para murid untuk mematahkan kuasa jahat dan mengalahkan sakit penyakit yang diderita oleh manusia. Kuasa dari Yesus itulah, maka para murid tentu melakukannya bukan atas kuasa dan kekuatan sendiri, melainkan kuasa dan kekuatan Tuhan.

Selain itu, Bacaan pertama hari ini juga mengingatkan tentang perjalanan yang ditempuh para murid Kristus. Tentu kita tidak lagi mengalami pengalaman Sinai yang menakutkan sebagaimana dialami Musa ketika menyaksikan belukar yang menyala di padang gurun. Namun, pengalaman dalam perjalanan sebagai pengikut Kristus adalah pengalaman penuh sukacita, akrab dan bersahabat, karena Allah adalah kasih. Maka hidup adalah sebuah perjalanan yang ditandai dengan perjalanan ke bukit Sion, dan ke kota Allah yang hidup, Yerusalem Surgawi. Di sanalah kita bersatu dengan para kudus, para malaikat dan Kristus sendiri.

Maka, Sabda hari ini sesungguhnya mengingatkan bahwa hidup ini hanya sebuah perjalanan menuju kepada Sang Pencipta. Kita memulai perjalanan dengan Tuhan dan akan diakhiri bersama Tuhan. Sehingga, tugas kita adalah menerima dan memiliki kuasa Tuhan untuk mewartakan Injil dan menghadirkan Kerajaan Surga di atas dunia ini. Walaupun semua pelayanan kita bukan berasal dari kekuatan kita tetapi semuanya berasal dari Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan. Maka, marilah menjadi saksi yang benar dan membawa banyak orang untuk semakin dekat dengan Tuhan.

(Fr. Carlos Sorlury)

“Besarlah Tuhan dan sangat terpuji di kota Allah kita!” (Mzm. 48:2).

Marilah Berdoa:

Ya Allah, ajarilah kami untuk semakin dekat dengan-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini