“Iman yang Menyelamatkan”: Renungan, Kamis 11 Februari 2021

0
2370

Hari Biasa (H)

Kej. 2:18-25; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Mrk. 7:24-30

Sahabat terkasih, dalam kehidupan sehari-hari, sering kita berjumpa dengan kesulitan atau masalah-masalah. Masalah-masalah hidup ini sungguh beragam. Oleh sebab itu muncul banyak perspektif terhadapnya. Ada yang menyebutnya sebagai ujian, ada yang menyebutnya sebagai tantangan, ada pula yang menyebutnya sebagai karma. Sering terjadi bahwa ketika berhadapan dengan masalah-masalah tersebut, manusia langsung saja menyerah dan jatuh dalam keterpurukan bahkan jatuh ke dalam dosa. Dalam kondisi “down” tersebut seringkali mata manusia menjadi buta terhadap kasih Allah.

Injil hari ini memperlihatkan pada kita suatu teladan yang luar biasa. Injil hari ini memperlihatkan kekuatan iman dari seorang perempuan Siro-Fenisia yang percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan anaknya dari kuasa si jahat. Dalam Injil dikisahkan bahwa pada awalnya Yesus tidak langsung mengiyakan permintaan wanita tersebut. Akan tetapi ketika melihat iman yang besar dari wanita itu lewat perkataan dan tindakannya, Yesus segera menyembuhkan anak wanita itu dari kuasa si jahat.

Kisah injil tersebut memperlihatkan betapa besar iman dan harapan wanita itu terhadap Yesus. Terlihat jelas bahwa dalam keterpurukan wanita tersebut tidak menjadi buta akan kasih Allah. Ia percaya akan rahmat Allah dan menyandarkan seluruh beban hidupnya pada Yesus. Akhirnya iman yang berakar dengan kuat dan kokoh tersebut menghasilkan buah. Kisah Injil ini menyadarkan kita akan besarnya kasih Allah dalam hidup manusia. Segala masalah yang muncul dalam hidup manusia tidak memperlihatkan bahwa Allah diam dalam keheningan. Kasih Allah sudah ada sejak permulaan hidup manusia.

Dalam bacaan pertama dikisahkan bahwa setelah Allah menciptakan semua baik adanya, Ia kemudian menciptakan perempuan untuk menjadi penolong bagi laki-laki. Betapa besar kasih-Nya sehingga Ia selalu menyediakan yang terbaik bagi hidup manusia.

Sahabat terkasih, bacaan-bacaan hari ini memberikan kekuatan bagi kita supaya dalam menjalani hidup sehari-hari, kita selalu memperkuat iman kepercayaan kita terhadap Dia yang memanggil kita untuk selalu berbuat kasih. Masalah-masalah yang datang dalam hidup bukan menjadi penghalang untuk kita melihat kasih Allah, melainkan menjadi bantuan untuk kita menyadari bahwa Allah hadir dengan nyata dalam hidup kita. Perempuan Siro-Fenisia memberikan teladan serta bukti bahwa Allah selalu memberi kasih bagi manusia yang berada dalam kesulitan. Walaupun sering berpaling kepada dosa, manusia selalu dikasihi Allah dalam segala peristiwa kehidupan.

(Fr. Delviano Kapele)

“Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu”  (Mrk. 10: 31).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bukalah mataku agar kasihMu nyata dalam hidupku. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini