”Hasil dari doa”: Renungan, Kamis 25 Februari 2021

0
1852

Hari biasa Pekan I Prapaskah (U)

 T.Est. 4:10a,10c-12,17-19; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Mat. 7:7-12.

Dalam kehidupan tidak dapat disangkal bahwa manusia adalah pribadi yang berbeda satu dengan yang lain. Pastinya setiap manusia memiliki masalah hidup yang berbeda, sehingga memerlukan cara yang berbeda untuk menyelesaikan masalah itu. Walaupun begitu tidak semua manusia dapat menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya. Oleh karena itu apa yang perlu dan seharusnya dilakukan oleh manusia untuk dapat mengatasi segala permasalahan yang dihadapinya? Jawabannya ialah berdoa kepada Bapa. Melalui doa kepada Bapa kita dapat menyampaikan permohonan pribadi kita.

Dalam bacaan pertama dikisahkan bagaimana Ester dalam segala keluh kesah dan kesusahannya mencurahkannya dalam doa kepada Bapa. Dalam kisahnya diperlihatkan bahwa Ester telah mengalami kehidupan yang sulit, sehingga ia merasa bahwa dirinya harus meminta pertolongan dan perlindungan dari Bapa. Dari kisah Ester ini kita dapat melihat bahwa setiap orang bisa meminta kepada Bapa. Sebab Bapa selalu membuka pintu permohonan kepada siapa saja, karena dia mencintai semua manusia tanpa terkecuali.

Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa dalam khotbah di bukit Yesus berbicara tentang permohonan doa. Sesungguhnya Yesus menegaskan bahwa jika kita membutuhkan sesuatu janganlah kita ragu untuk meminta kepada Bapa. Sebab Bapa akan selalu mendengarkan umat-Nya dan tidak akan pernah meninggalkan dan mengabaikan permohonan kita. Namun apakah sebagai manusia kita hanya perlu bermohon selalu kepada Bapa? Tentu kita perlu memiliki niat untuk terus meminta, mencari dan mengetuk. Bahwa kita harus siap untuk menghadapi segala risiko terhadap usaha kita, dengan demikian kita telah menunjukkan usaha kita.

Sesungguhnya Yesus mengharapkan agar kita semua sebagai pengikut-Nya tidak hanya duduk diam dan tidak melakukan apapun, tetapi mengharapkan rezeki dari Bapa. Bahwa kita mengharapkan sesuatu jatuh dari langit begitu saja. Sebab dalam rencana-Nya bagi manusia Bapa akan membuat kita merasakan suatu tantangan dalam diri kita. Hal ini terjadi agar kita sebagai manusia dengan kesungguhannya menyampaikan permohonan yang sangat kita perlukan dalam hidup kita. Dan, tentu saja Bapa akan benar-benar memberikan kepada kita yang terbaik bagi hidup, sehingga sebagai manusia kita dituntut untuk terus berjuang dalam hidup kita. Bahwa segala kesulitan yang dihadapi dalam hidup ini merupakan persembahan kita kepada Bapa. Oleh karena itu, hasil akhirnya diharapkan dapat mengetuk hati Bapa dan meminta apa yang dikehendaki-Nya dalam diri saya.

(Fr. Adri Montolalu)

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Mat. 7:7).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, ajarilah kami untuk mencari dan mengenal Engkau dalam hidup kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini