“Allah yang Maha Kuasa dan Maha Agung”: Renungan, Senin 8 Februari 2021

0
2859

Hari biasa (H)

Kej. 1:1-19; Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12,24,35c; Mrk. 6:53-56

Bacaan pertama hari ini sesungguhnya menunjukkan kesaksian penulis kitab tentang imannya akan Allah yang mahakuasa, mahaagung dan mahamulia. Selain manusia, Allah menciptakan sesuatu hanya dengan bersabda. Kuasa-Nya membuat segalanya tercipta dan hidup. Kehadiran Allah yang nyata itu pun menjadi nyata melalui kehadiran Yesus Kristus, Allah yang menjadi manusia. Kemahakuasaan dan kemuliaan Allah menyertai-Nya, kemana saja Yesus pergi dan mengajar, orang mengagumi pengajaran dan kuasa-Nya yang ajaib. Semua orang sakit yang menjamah-Nya menjadi sembuh, sebagaimana yang dikisahkan dalam Injil.

Kekaguman akan kuasa Allah yang ajaib dan pengalaman kehadiran-Nya yang hidup dalam diri Yesus Kristus inilah yang membuat kekristenan bertumbuh dan berkembang subur di tengah pencobaan dan penganiayaan. Yesus sesungguhnya mau untuk membangun Kerajaan Allah dengan ikut membangun kesejahteraan jasmani dan rohani masyarakat.  Selain itu, Ia juga membebaskan orang dari sakit dan penderitaan yang mereka alami.

Kita sesungguhnya disuruh untuk mendengarkan Yesus. Hal ini dikarenakan, hanya dengan mendengarkan ajaran-Nya dan melaksanakannya, maka kita sungguh-sungguh-sungguh akan merasakan kemuliaan dan kemahakuasaan Tuhan. Selain itu, kita mesti tinggal dan bersatu dengan Yesus agar ada kesatuan hati atau ada minat untuk mengikuti Yesus secara pribadi dan mau menerima Yesus sebagai dasar hidup. Memang nampaknya kehidupan beragama tidak mengubah apa-apa secara lahir, namun iman itu sebenarnya memperbaharui dan mengubah hidup manusia. Seperti cinta yang tidak kelihatan itu dapat mengubah suasana hati manusia dan suasana hati itu akan mempengaruhi kedaaan masyarakat.

Yesus juga melihat hati manusia, tetapi menghendaki hidup rohani yang tulus, hidup beriman sejati dan memurnikan batin manusia. Kalau kita hidup dalam kesucian batin, maka tak perlu khawatir. Allah yang mahakuasa akan memberikan belaskasihan-Nya kepada mereka yang selalu mengandalkan-Nya. Dengan demikian, kita akan disembuhkan dari dosa-dosa yang telah dilakukan. Sebab, dosa dalam diri manusia selalu menyebabkan penderitaan. Maka, tidak mengandalkan kemahakuasaan Tuhan dapat menjadi akibat dari penderitaan. Oleh karena itu, kita harus selalu dan senantiasa memuliakan dan mengagungkan Tuhan yang hidup.

(Fr. Paskalis Jaftoran)

“Betapa banyak perbuatan-Mu, ya Tuhan, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu” (Mzm. 104:24).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, semoga aku senantiasa mengagumi kehadiran Mu dan selalu memuliakan nama-Mu. Aku juga akan selalu dan senantiasa mengandalkan dan bersandar pada-Mu karena bagiku Engkau sungguh baik dan berbelaskasih. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini