Hari Biasa (H)
Ibr. 1:1-6; Mzm. 97:1, 2b, 6, 7c, 9; Mrk. 1:14-20.
Dewasa ini orang diberikan kemudahan dalam melakukan segala sesuatu. Apalagi dibarengi dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang. Manusia hidup dalam budaya instan. Hal tersebut pun berlaku dalam pertobatannya. Sering terjadi bahwa seseorang ingin bertobat tetapi tidak mau menerima konsekuensi di balik pertobatan tersebut.
Dalam bacaan injil hari ini, Yesus menyerukan suara pertobatan. Yesus memulai pelayanan-Nya di muka umum dengan menjadi bagian dari suara gerakan pertobatan yang telah mengguncangkan setiap orang karena panggilan Yohanes Pembaptis. “Waktunya sudah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Mrk. 1:15). Waktu yang ditetapkan oleh Allah telah berakhir, waktu yang dipersiapkan telah berakhir, dan penampakan Allah yang diwartakan oleh para nabi telah dimulai. Suara pertobatan dari Yesus ini memberi dampak yang kuat sehingga menggerakkan para murid yang pertama untuk mengikuti Dia. Simon Petrus, Andreas, Yohanes dan Yakobus mau mengambil risiko. Mereka meninggalkan pekerjaan dan keluarga mereka hanya demi mengikuti Yesus. Pandangan para murid terhadap Yesus begitu istimewa. Mereka tanpa syarat apapun mau mengikuti Yesus untuk mewartakan kabar baik.
Seruan Yesus ini haruslah kita tanggapi dengan sungguh-sungguh. Seperti yang telah ditunjukkan oleh murid-murid Yesus yang pertama. Meskipun mereka tidak tahu apa artinya pemerintahan Allah tetapi mereka percaya pada Yesus dan siap dituntun oleh Yesus. Sikap percaya yang mereka tunjukkan kepada Yesus adalah awal dari iman mereka. Kita pun harus berani mengambil sikap seperti para murid Yesus. Berani meninggalkan segala hal yang menghambat diri kita, yang menghalangi kita untuk melihat dan percaya kepada Allah.
Dengan segala kenikmatan yang ditawarkan oleh dunia, marilah kita semua berbalik kepada jalan yang benar, yakni dengan bertobat dan mengikuti jalan panggilan Tuhan. Kita semua dipanggil oleh Yesus untuk menjadi pewarta keselamatan dengan mengajak semua orang untuk bertobat dan percaya kepada Injil. Sehingga kita semua diselamatkan dan beroleh hidup yang kekal dalam Kerajaan Allah.
(Fr. Michael Mefri Kewo)
“Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan” (Ibr. 1:3).
Marilah berdoa:
Ya Allah, curahkanlah rahmat Roh kudus-Mu di tengah-tengah kami dan bimbinglah kami ke jalan-Mu yang menyelamatkan. Amin











