Hari Minggu Biasa II (H)
1Sam. 3:3b-10, 19; Mzm. 40: 2, 4ab, 7-8a, 8b-9, 10; 1Kor. 6:13c-15a, 17-20; Yoh. 1:35-42.
Saudara terkasih, setiap orang pasti akan mencari pegangan atau pedoman hidup. Melaluinya, setiap orang melakukan hal apa pun berlandaskan pedoman hidup tersebut. Seorang anak dilahirkan dalam keluarga Katolik akan membaptis anak mereka sejak masih bayi di dalam Gereja Katolik. Melalui iman orangtua, anak mereka dipersembahkan kepada Tuhan agar dilahirkan kembali sebagai putra-putri Allah. Demikian juga harapan orang tua, agar kelak anak mereka bisa tumbuh dan berkembang dalam iman Katolik.
Saudara-saudari terkasih, bacaan-bacaan yang kita dengarkan hari ini mengajak kita semua agar memiliki pegangan hidup yang pasti. Dalam bacaan pertama, dikisahkan panggilan Samuel oleh Tuhan. Samuel menjawab kepada-Nya, “Bersabdalah ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan”. Sabda Tuhan menyertai perjalanan hidupnya. Tidak ada satu pun dari Sabda itu yang dibiarkannya. Sabda Tuhan menjadi pedoman baginya dalam berkarya.
Demikian pun juga dalam bacaan kedua, Rasul Paulus mengingatkan kembali kepada jemaat di Korintus. Jemaat yang mulai kehilangan arah hidup, mendorong Paulus untuk memberikan contoh sebagai murid Kristus sejati. Bahwa tubuh mereka akan bangkit sebab sudah menjadi milik Tuhan yang telah bangkit, menjadi anggota tubuh-Nya, yaitu Gereja, dan menjadi pula tempat kediaman Roh Kudus. Dia memiliki pegangan hidup yang kokoh, yakni Kristus Yesus dan sabda-Nya. Maka panggilan hidupnya untuk melayani-Nya menjadi suatu kegembiraan.
Kita yang percaya akan Tuhan, harus memiliki semangat seperti Samuel dan Paulus. Kita harus mampu untuk menjadikan Sabda Tuhan sebagai pegangan hidup. Memang, ada begitu banyak impian kita tetapi, Samuel dan Paulus selalu mengingatkan kita agar jangan semuanya itu membuat hidup kita jauh dari Sabda Tuhan melainkan apa pun yang kita cari, kita miliki harus membuat kita semakin bersemangat untuk mencari jalan Tuhan, dan menunjukkan jalan itu kepada mereka yang mulai kehilangan arah.
“Apakah yang kamu cari?” ini yang ditanyakan Yesus kepada dua murid Yohanes dan kalau ditanyakan kepada kita, apa jawaban kita? Penginjil Yohanes mengajak kita untuk menjadi murid-murid Kristus. Namun, hal itu dapat terjadi jika kita mencari, menemukan dan mengadakan hubungan tetap dengan Dia. Semoga Sabda yang kita dengarkan hari ini membuat kita masing-masing memiliki pedoman hidup yang jelas. Mencari Dia sepanjang hidup kita sehingga ketika kita menemukan-Nya, sama seperti pemazmur, kita berkata “Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu”.
(Fr. Stenly V. Ambun)
“Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku” (Mzm. 40: 9a).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga aku dapat melakukan kehendak-Mu. Amin.











