“Kasih di atas segalanya”: Renungan, Selasa 5 Januari 2021

0
1671

Hari biasa ses PenampTuh (P)

1Yoh. 4:7-10; Mzm. 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44.

Konon ada sebuah kisah tentang keluarga sederhana yang kepala keluarganya bernama Pak Ardi. Mereka hidup berdampingan dengan keluarga lain yang berkekurangan. Pada suatu hari ada sepasang suami istri yang tidak mempunyai makanan. Pak Ardi merasa terpukul melihat tetangganya yang kelaparan itu. Melihat situasi yang seperti ini akhirnya pak Ardi memberikan sekarung beras yang beratnya 50 kg yang diperoleh dari hasil usahanya.

Bacaan-bacaan hari ini berbicara mengenai kasih Allah kepada manusia. Bacaan pertama dengan jelas menekankan bahwa Allah adalah kasih. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah. Dalam bacaan Injil Yesus mau mengajak kita untuk mengenal kasih dari Bapa-Nya melalui tindakan-Nya. Hal ini sangat nampak ketika lima ribu lebih orang yang mengikuti Yesus tidak mempunyai makanan, tetapi karena kesetiaan mereka untuk mendengarkan pewartaan dari Yesus maka Yesus memberikan mereka makan berdasarkan kuasa ilahi-Nya. Yesus mengubah lima roti dan dua ikan untuk memberi makan lima ribu lebih orang. Hal ini tentunya tidak terlepas dari tindakan kasih yang mendalam terhadap kawanan domba-Nya.

Saudara-saudariku yang terkasih, mengapa kasih bisa dikatakan di atas segalanya? Hal ini terjadi karena kasih tidak akan pernah hilang jikalau kita sudah bertemu dengan Yesus. Dan kasih tidak akan pernah hilang, walaupun kita telah beriman dan berjumpa dengan-Nya. Kasih tetap tinggal dalam diri kita. Kasih merupakan ungkapan hubungan erat antara kita dengan Allah yang telah lebih dahulu mengasihi kita.

Saudara-saudariku yang terkasih, Pak Ardi telah menunjukkan bahwa ia mempunyai kasih yang bergerak dari dalam dirinya untuk membantu orang-orang di sekitarnya. Kasih yang dimiliki oleh Pak Ardi tentunya tidak berasal dari dirinya sendiri, melainkan berasal dari Allah yang lebih dahulu mengasihi kita. Oleh karena itu, marilah kita melihat sekeliling kita yang berkekurangan. Marilah kita ringan tangan untuk membantu orang-orang miskin dan berkekurangan sebagai perwujudan kasih dari Allah terhadap kita.

(Fr. Petrus Ndemu)

“…kamu harus memberi mereka makan!..”(Mrk. 6:37).

Marilah Berdoa:

Tuhan, ajarlah aku agar aku semakin mengasihi dan membantu mereka yang berkekurangan. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini