“Totalitas Dalam Beriman”: Renungan, Sabtu 26 Desember 2020

0
1725

Pesta. St. Stefanus, Martir Pertama (M) Hari Kedua dalam Oktaf Natal.

Kis. 6:8-10;7:54-59; Mzm. 31:3cd-4,6,8ab,16bc,17; Mat. 10:17-22.

Selamat dan masuk dalam Kerajaan Allah merupakan impian semua orang beriman. Ia akan berusaha untuk hidup sesuai dengan hukum dan perintah Tuhan. Segala tindakannya ia dasarkan atas iman dan keyakinannya akan Firman Tuhan. Demikianlah setiap manusia akan bertindak.

Kita semua baru saja merayakan hari raya kelahiran Yesus Kristus. Natal merupakan peristiwa iman yang luar biasa. Lewatnya Allah menunjukkan kepada umat-Nya bahwa Ia amat mengasihi dan selalu mau menyelamatkan umat manusia dari dosa dan maut. Karenanya, Allah mengutus Putera-Nya turun dan hidup bersama dengan manusia. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk dapat beriman secara total. Iman itu hendaknya tetap tumbuh dalam keadaan apapun; suka maupun duka.

Yesus dalam bacaan Injil memperingatkan kita semua untuk tetap waspada. Banyak orang yang tidak beriman kepada Allah akan membenci, mencela bahkan menganiaya kita. Akan tetapi, Yesus menegaskan bahwa orang beriman tidak perlu khawatir. “Janganlah kamu khawatir bagaimana dan akan apa yang akan dikatakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga” (Mat. 10:19).

Penganiayaan karena iman akan Allah telah dialami langsung oleh St. Stefanus, martir pertama dalam Gereja Katolik. Stefanus yang membela imannya akan Allah, mendapat perlawanan yang sengit dari para anggota Mahkamah Agama. Mereka kemudian menyeret Stefanus keluar kota dan melemparinya dengan batu. Stefanus menunjukkan sikap seorang beriman yang sejati. Ia tidak gentar dengan ancaman yang menimpanya.

Berkat kekuatan Roh Kudus, Stefanus mampu membela imannya dan mampu untuk bersaksi di hadapan orang-orang yang menghakiminya. St. Stefanus menjadi contoh dan teladan bagi kita semua orang beriman. Zaman sekarang, terdapat banyak tantangan dalam hidup beriman. Ada berbagai persoalan yang bisa saja membuat orang pesimis dan mengalami pergolakan iman yang serius.

Melalui bacaan-bacaan hari ini, kita semua diajak untuk dapat beriman secara total. menyerahkan segala pergumulan hidup kepada Allah. Membiarkan diri dipimpin oleh Allah sendiri. Yesus menjanjikan kepada semua orang beriman bahwa, siapa yang bertahan sampai akhir, dialah yang akan selamat. Kita berdoa, mohon kekuatan dari Allah supaya ia membimbing kita kepada keselamatan yang sejati.

(Fr. Johanis Raharusun)

“Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah” (Kis. 7:56).

 Marilah Berdoa:

Tuhan, berilah kami iman yang kokoh dan sertailah kami selalu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini