Hari Biasa Khusus Adven (U)
Kej. 49:2,8-10; Mzm. 72:1-2,3-4ab, 78,17; Mat. 1:1-17.
Silsilah adalah kata yang tepat bagi kita untuk berefleksi tentang latar belakang perjalanan hidup kita. Dengan latar belakang tersebut, kita dikondisikan untuk mengenang para leluhur dari keluarga kita masing-masing. Kita mengucap syukur pada Allah yang sudah memberi nenek moyang dan membentuk diri kita sampai sekarang ini.
Kenangan para leluhur kita didasarkan pada bacaan Injil hari ini, “inilah silsilah Yesus Kristus anak Daud, anak Abraham” (Mat 1:1). Kenangan dari silsilah Yesus Kristus merupakan sesuatu yang luar biasa dan menarik bagi kita semua. Ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel dan empat belas keturunan dari pembuangan Babel sampai Yesus Kristus. Apa yang dikisahkan dalam Injil hari ini memberikan informasi yang akurat tentang siapakah Yesus itu. Untuk itu ada sesuatu yang amat penting dan berkenan dengan pribadi Yesus. Bagi orang Yahudi mengenal dengan baik dan benar para leluhur mereka amatlah penting.
Silsilah menunjukkan garis keturunan dari setiap keluarga. Dan garis keturunan pula kita disadarkan dengan beberapa hal, yakni: kita bisa melihat dan mengenal garis keturunan Yesus Kristus dari segi biologis. Garis keturunan sangatlah penting untuk meyakinkan tentang kemanusiaan Yesus. Yesus adalah orang besar dalam sejarah hidup manusia sebagaimana ditegaskan dalam Injil hari ini. Alasannya, Abraham adalah tokoh beriman dan Daud merupakan tokoh pemerintahan. Silsilah Yesus Kristus sebenarnya menunjukkan Diri-Nya sebagai manusia yang mempunyai garis keturunan yang sangat panjang. Maka wajar Yesus sangat menghormati leluhur dan taat kepada Bapa-Nya.
Sejarah hidup kita, baik itu indah maupun yang menyakitkan, atau garis keturunan yang terdiri dari orang-orang yang terhomat atau yang hina, tetaplah menjadi tempat Allah menampakkan kesetiaan dan rahmat-Nya. Mungkin dalam sejarah hidup kita dihiasi oleh noda hitam. Yesus memiliki sejarah keluarga yang demikian pula. Oleh karena itu, kita berdoa semoga kita disadarkan sungguh-sungguh akan kemanusiaan Yesus. Semoga pula, kita disadarkan bahwa sejarah hidup dan keluarga kita merupakan rahmat dari Allah untuk hidup dan keselamatan kita.
(Fr. Frantosius Kadoang)
“Inilah Silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham” (Mat. 1:1).
Marilah Berdoa:
Tuhan, mampukanlah kami untuk lebih dekat dan semakin mengenal diri-Mu dan melaksanakan apa yang menjadi kehendak-Mu. Amin











