HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH (P)
Hari Oktaf Natal. Tahun Baru.
(Hari Perdamaian Sedunia)
Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21.
Selamat Tahun Baru kepada kita semua. Saudara sekalian, pada hari ini kita umat manusia merasa gembira karena boleh merayakan tahun baru. Tapi kita umat Katolik harus lebih bergembira lagi karena pada hari ini kita semua merayakan hari raya Santa Maria Bunda Allah. Saudaraku, bacaan-bacaan pada hari ini menghantar kita semua untuk mengenal satu pribadi yang sangat berperan dalam karya keselamatan Allah. Pribadi yang dimaksudkan itu adalah Bunda Maria. Penginjil Lukas menceritakan bagaimana orang-orang sederhana mendapatkan penampakan dari Malaikat Gabriel mengenai kelahiran Tuhan Kita Yesus Kristus. Ia lahir dari seorang perawan yang benar-benar dipersiapkan oleh Allah demi kita semua.
Dalam Luk. 2:21 dikatakan: “Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” Saudaraku sekalian, sebagai orang Katolik kita sebenarnya harus benar-benar merasa bangga karena memiliki Bunda Maria yang bisa menjadi pedoman hidup kita. Ia adalah wanita yang penuh dengan kesederhanaan, wanita yang tidak menyombongkan dirinya karena mengandung Seorang Penyelamat tapi dia adalah wanita yang menyimpan segala perkara dalam hatinya dan menyerahkan semuanya pada campur tangan Allah. Kata-katanya yang sangat terkenal adalah “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu.”
Dalam menjalankan rutinitas mungkin kita merasa sulit meneladani sikap dan sifat dari Bunda Maria. Tetapi jika kita menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah pasti kita akan selalu berusaha melakukan hal yang baik. Bunda Maria adalah pribadi yang rendah hati dan tidak suka menyombongkan dirinya. Hal inilah yang patut kita teladani. Kita harus bisa rendah hati. Rendah hati tidak akan membawa kita pada sikap iri hati dan dengki, melainkan pada sikap cinta akan sesama, termasuk di dalamnya terhadap musuh kita. Dengan demikian, berkat Tuhan akan selalu melimpah atas kita semua.
Saudaraku sekalian, jika kita mampu meneladani sikap dan sifat bunda Maria, berarti kita akan benar-benar menjadi pribadi yang dikasihani oleh Allah. Mazmur 67:2: “Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya”.
(Fr. Ivandi Panda Raja)
“Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga ahli-ahli waris, oleh Allah” (Gal. 4:7).
Marilah berdoa:
Ya Allah, aku mohon berkat-Mu di awal tahun ini untuk bisa menjadi pribadi yang lebih dekat pada-Mu. Amin.











