“Rendah Hati”: Renungan, Minggu 20 Desember 2020

0
2181

Hari Minggu Adven IV

2 Sam. 7:1-5,8b12,14a,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 16:25-27; Luk. 1:26-38

Hari Minggu Adven IV adalah hari Minggu terakhir sebelum Hari Raya Natal. Tentu banyak orang telah menyiapkan segala sesuatu untuk menyongsong Perayaan Natal tahun 2020 ini. Segala sesuatu yang telah dibuat selama masa-masa penantian atau persiapan selama empat pekan, kiranya dapat menghantar seseorang untuk dapat lebih menghayati dan mengerti akan misteri kasih Allah bagi umat manusia.

Bacaan-bacaan yang kita dengarkan pada hari ini mengajak kita semua untuk menyadari kasih dan kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita. Dalam bacaan pertama kita membaca, mendengarkan dan merenungkan bagaimana Allah memberikan kasih karunia-Nya kepada Daud hamba-Nya. Karena kasih-Nya, Allah menjadikan Daud sebagai raja dan memberi keturunan kepadanya.

Di balik semua itu, Tuhan mengharapkan agar Daud tidak lupa diri dan sombong. Allah menghendaki agar Daud menjadi pribadi yang  rendah hati dan tahu bersyukur. Melalui Nabi Nathan, Daud disadarkan bahwa meski pun ia raja, tetapi ia tetaplah manusia biasa, karena hanya Tuhanlah satu-satunya penguasa dan pencipta alam semesta. Tanpa Tuhan kita semua tidak bisa berbuat apa-apa.

Santo Paulus mengakhiri suratnya kepada Jemaat di Roma dengan mengatakan bahwa Allah berkuasa menguatkan kita menurut Injil yang dimaklumkannya dan pemberitaan tentang rahasia Allah yakni tentang kedatangan Yesus Kristus.

Sedangkan dalam bacaan Injil kita mendengar kisah tentang Bunda Maria menerima kabar dari Malaikat Gabriel. Pada awalnya Maria ragu saat menerima kabar dari Malaikat Gabriel ini. Tetapi bekat imannya dan tuntunan Roh Kudus, akhirnya Maria percaya dan mengakui dirinya sebagai hamba Tuhan dan taat pada perkataan Tuhan yang disampaikan kepadanya melalui Malaikat Gabriel.

Kita semua sebagai orang beriman diajak untuk belajar dari Maria. Maria adalah sosok pribadi yang sungguh luar biasa dan bisa kita jadikan contoh dan teladan dalam kehidupan beriman. Hal yang perlu kita pelajari dari Bunda Maria yakni mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksanakannya dalam kehidupan setiap hari.

Oleh karena itu, untuk dapat mengalami kebaikan Allah maka dibutuhkan sikap rendah hati, taat kepada Allah dengan menyerahkan diri sepenuhnya pada penyelenggaraan kasih Allah, seperti halnya Bunda Maria yang menyerahkan seluruh kehidupannya pada penyelenggaraan kasih Allah dengan berkata “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”

(Fr. Dedianus Pati)

“Aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu” (Luk. 1:38a).

Marilah berdoa:

Tuhan, jadikanlah kami pribadi yang rendah hati, yang mau mendengarkan dan melaksanakan FirmanMu dalam kehidupan kami setiap hari. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini